KEPULAUAN RIAU — Monterey Car Week baru saja mencatat sejarah baru untuk Ferrari. Bukan dari trek balap, melainkan dari panggung lelang RM Sotheby’s. Satu unit Ferrari Luce—nama yang menandai langkah perdana pabrikan Italia itu ke segmen kendaraan listrik—terjual dengan nilai fantastis: US$40 juta atau setara Rp600 miliar. Angka itu lebih dari 35 kali lipat dari banderol normal mobil tersebut.
Seluruh hasil penjualan akan disumbangkan untuk program pendidikan. RM Sotheby’s menyebut transaksi ini sebagai wujud nyata dari inovasi, tanggung jawab, dan visi jangka panjang untuk generasi mendatang.
Penting untuk dicatat sejak awal: Ferrari Luce yang dilelang bukanlah unit standar yang bisa dibeli di diler. Kendaraan ini merupakan model khusus yang dilengkapi sejumlah komponen sesuai pesanan pembeli, termasuk sentuhan akhir eksklusif, roda khusus, dan sistem rem yang telah dikustomisasi.
Karena itu, harga US$40 juta tidak bisa dijadikan patokan harga pasar Ferrari Luce secara umum. Nilai tersebut lebih mencerminkan karakter unik unit yang dilelang dan daya tariknya bagi kolektor kelas atas. RM Sotheby’s sendiri tidak mengungkap identitas pembeli.
Meski begitu, angka ini memecahkan rekor sebelumnya untuk Ferrari baru yang dilelang. Sebelumnya, rekor dipegang Daytona SP3 yang terjual US$26 juta pada 2025.
Ferrari Luce memang mendapat perhatian besar sejak diperkenalkan pada Mei lalu. Sebagai langkah pertama Ferrari memasuki pasar EV, mobil ini dianggap sebagai gebrakan—sekaligus taruhan besar. Kehadirannya membawa merek asal Italia tersebut ke sektor yang selama ini didominasi Tesla dan produsen mobil asal China.
Namun, respons pasar tidak sepenuhnya positif. Sejumlah pengamat menilai desain Luce mulai menjauh dari karakter tradisional Ferrari. Penggunaan tenaga baterai dan konfigurasi lima kursi memunculkan pertanyaan besar: apakah ini masih terasa seperti Ferrari sejati? Saham Ferrari sempat turun sehari setelah Luce diperkenalkan.
Kritik datang dari dalam sekaligus luar. Luca Cordero di Montezemolo, mantan chairman Ferrari, dan Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini sama-sama menyuarakan keberatan mereka terhadap arah desain mobil listrik pertama ini.
Hasil lelang yang fantastis ini jelas menjadi momentum positif bagi Ferrari di tengah transisi menuju elektrifikasi. Tingginya nilai yang diberikan kolektor menunjukkan bahwa mobil listrik pertama mereka masih punya daya tarik kuat, setidaknya di mata segelintir orang dengan kantong super tebal.
Tapi jangan baca angka ini sebagai sinyal bahwa pasar secara luas sudah menerima Ferrari Luce. Satu unit lelang amal dengan spesifikasi khusus adalah cerita yang sangat berbeda dengan penjualan massal ke konsumen umum. Hasil ini belum cukup untuk membuktikan tingkat penerimaan pasar terhadap seluruh lini kendaraan listrik Ferrari.
Tantangan sebenarnya masih di depan: mempertahankan identitas merek saat mesin konvensional mulai digantikan tenaga baterai. Lelang ini membuktikan kolektor masih percaya pada nama Ferrari. Pertanyaannya, apakah keyakinan itu bertahan ketika mobil listrik Ferrari mulai diparkir di garasi konsumen biasa?