Pencarian

PLN Alirkan Listrik 24 Jam ke Dusun Terpencil OKI Sumsel

Sabtu, 02 Mei 2026 • 09:21:53 WIB
PLN Alirkan Listrik 24 Jam ke Dusun Terpencil OKI Sumsel
Peresmian jaringan listrik 24 jam di Dusun I, Desa Sungai Jeruju, OKI, Sumsel.

Kabupaten OKI, Sumatera Selatan — Pembangunan infrastruktur listrik di wilayah pedesaan mencapai tonggak penting dengan teraktivasinya jaringan distribusi di Dusun I, Desa Sungai Jeruju. Program Listrik Desa (Lisdes) yang dijalankan PT PLN (Persero) berhasil membawa pencahayaan stabil ke komunitas yang sebelumnya menghadapi keterbatasan akses energi listrik.

Acara peresmian dihadiri Anggota Komisi XII DPR RI Dewi Yustisiana, Wakil Bupati OKI Supriyanto, dan General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) Diksi Erfan Umar. Kehadiran para pejabat tersebut mencerminkan prioritas pemerintah dalam mempercepat elektrifikasi ke daerah terpencil.

Jaringan Sepanjang 6 Kilometer Terhubung ke Dusun Terpencil

PLN telah membangun jaringan listrik sepanjang 6 kilometer untuk melayani Dusun I. Infrastruktur ini merupakan hasil kerja teknis yang kompleks mengingat tantangan geografis berupa rawa dan sungai yang mempersulit akses. Selain itu, total tiang listrik yang sudah terpancang namun belum terpasang kabel dan jaringan mencapai 17,4 kilometer yang tersebar di Dusun I dan Dusun VI, menunjukkan komitmen PLN untuk ekspansi lebih lanjut.

Pembangunan infrastruktur energi di wilayah pedesaan memerlukan investasi besar dan perencanaan matang. PLN harus mengatasi hambatan teknis dan logistik yang tidak dijumpai pada proyek urban. Meski demikian, penyelesaian fase awal ini membuka jalan bagi desa-desa sekitar untuk segera terhubung ke jaringan nasional.

Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah Menjadi Kunci Kesuksesan

General Manager PLN UID S2JB Diksi Erfan Umar menekankan, "Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak terkait, terutama dukungan dari DPR RI dan Pemerintah Kabupaten OKI." Dukungan anggaran dari tingkat pusat dan komitmen aparatur lokal memungkinkan proyek ini terwujud dalam timeline yang terukur.

Koordinasi lintas institusi menjadi strategi penting mengingat kompleksitas pembangunan infrastruktur di daerah terpencil. Diksi mengakui tantangan lapangan berupa kondisi geografis berupa rawa dan sungai serta kebutuhan biaya yang besar. Namun, hambatan tersebut tidak menyurutkan upaya PLN untuk menghadirkan listrik bagi masyarakat di wilayah terpencil dengan dukungan aktif dari mitra pemerintah.

Dampak Langsung bagi Kehidupan Sehari-hari Masyarakat

Akses listrik 24 jam mengubah realitas hidup di Dusun I. Pendidikan anak-anak menjadi lebih optimal dengan penerangan rumah yang cukup untuk belajar malam hari. Usaha kecil menengah dapat beroperasi lebih lama, sementara fasilitas kesehatan dapat menyimpan vaksin dan obat-obatan dengan lemari pendingin yang andal.

Program Listrik Desa merupakan bagian dari visi pemerataan pembangunan yang melampaui perbedaan geografis. Keberhasilan di OKI ini diharapkan menjadi model implementasi di kabupaten-kabupaten lain di Kepulauan Riau dan sekitarnya yang masih menghadapi kesenjangan akses energi listrik.

Bagikan
Sumber: palpos.disway.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks