Pencarian

Pemprov Kepri Siapkan Bus Listrik Tanjungpinang Rp400 Juta Mulai 2027

Selasa, 05 Mei 2026 • 14:04:01 WIB
Pemprov Kepri Siapkan Bus Listrik Tanjungpinang Rp400 Juta Mulai 2027
Pemprov Kepri mulai persiapkan bus listrik kapasitas 15 penumpang untuk Tanjungpinang tahun 2027.

TANJUNGPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) resmi merancang transformasi transportasi publik berbasis energi hijau. Melalui Dinas Perhubungan (Dishub), pengadaan armada bus listrik akan dilakukan secara bertahap mulai tahun depan untuk memperkuat konektivitas di wilayah Kota Tanjungpinang.

Kepala Dishub Kepri, Junaidi, mengonfirmasi bahwa rencana ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam mengadopsi teknologi transportasi ramah lingkungan. Kepastian ini disampaikan usai pertemuan di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (4/5/2026).

"Insya Allah, secara bertahap di tahun depan kita mulai pengadaan bus listrik untuk wilayah Kota Tanjungpinang," ujar Junaidi.

Spesifikasi dan Target Penumpang Bus Listrik

Pihak Dishub Kepri saat ini telah menjajaki kerja sama dengan produsen bus listrik asal Pulau Jawa. Junaidi menyebut pihaknya sudah melakukan uji coba langsung terhadap unit bus yang saat ini telah beroperasi di Kota Bandung, Jawa Barat.

Bus yang akan didatangkan memiliki kapasitas angkut sekitar 15 orang. Ukuran ini dinilai paling ideal untuk kontur jalan dan kebutuhan mobilitas di Tanjungpinang, terutama untuk melayani rute-rute pendek di dalam kota.

"Busnya sangat bagus. Kapasitas penumpang sekitar 15 orang. Cocok untuk diterapkan di Tanjungpinang, seperti mengangkut anak sekolah hingga karyawan," kata Junaidi menjelaskan hasil uji cobanya.

Anggaran APBD dan Efisiensi Biaya Operasional

Mengenai pendanaan, Pemprov Kepri akan mengalokasikan anggaran melalui APBD Provinsi. Satu unit bus listrik tersebut dibanderol dengan harga Rp400 juta, nilai yang sudah mencakup biaya pengiriman dari Pulau Jawa hingga sampai ke Kepulauan Riau.

Junaidi menekankan bahwa penggunaan kendaraan listrik akan jauh lebih hemat dibandingkan armada konvensional. Ketiadaan ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) membuat biaya operasional harian dapat ditekan secara signifikan karena hanya mengandalkan daya baterai.

Langkah ini juga menjadi solusi bagi masalah polusi udara di kawasan perkotaan. Di beberapa kota besar di Pulau Jawa, model bus listrik serupa telah sukses menggantikan peran mikrolet atau minibus sebagai angkutan pengumpan (feeder) yang lebih bersih.

Pembangunan Infrastruktur SPKLU Bersama PLN

Guna mendukung kelancaran operasional, Pemprov Kepri menggandeng PT PLN (Persero) untuk penyediaan infrastruktur pengisian daya. Koordinasi difokuskan pada pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) serta penyambungan daya di area pool bus.

Infrastruktur pendukung ini sebenarnya sudah mulai tersedia di beberapa titik strategis. Salah satunya di Pulau Penyengat yang saat ini telah memanfaatkan ekosistem listrik untuk pengoperasian becak motor listrik bagi wisatawan.

"Saat ini, PLN pun sudah membangun beberapa SPKLU untuk di Tanjungpinang, salah satunya di Pulau Penyengat guna mendukung pengoperasian becak motor listrik," pungkas Junaidi.

Bagikan
Sumber: koran-jakarta.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks