Pencarian

Harga Bahan Pokok di Natuna Meroket, Pelaku UMKM Terpaksa Naikkan Harga Jual hingga Rp 2.000 per Porsi

Jumat, 12 Juni 2026 • 20:27:02 WIB
Harga Bahan Pokok di Natuna Meroket, Pelaku UMKM Terpaksa Naikkan Harga Jual hingga Rp 2.000 per Porsi
Pedagang di Natuna menyesuaikan harga jual nasi bungkus akibat kenaikan biaya bahan pokok.

NATUNA — Tekanan ekonomi akibat kenaikan harga bahan baku mulai menghantam sektor usaha mikro di Kabupaten Natuna. Sejumlah pedagang dan pelaku usaha kuliner mengaku tidak punya pilihan selain menyesuaikan harga jual demi menutup biaya produksi yang terus membengkak.

Kenaikan harga terjadi pada hampir semua komoditas kebutuhan pokok. Mulai dari minyak goreng, beras, bawang merah, hingga cabai, harganya tercatat naik signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Beras dan Bawang Jadi Sektor Paling Terpukul

Salah seorang pedagang, Lusi, mengatakan rata-rata harga bahan baku saat ini mengalami kenaikan antara Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per kemasan. Ia mencontohkan harga bawang merah yang sebelumnya Rp20 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp24 ribu per kilogram.

"Bawang merah Jawa bahkan naik lebih tinggi, dari Rp40 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram. Beras juga naik, contohnya beras Gong Gong ukuran lima kilogram sebelumnya Rp70 ribu sekarang sudah Rp80 ribu per kemasan," ujarnya, Jumat (12/6/2026).

Harga Nasi Bungkus Naik, Gas Elpiji Ikut Memberatkan

Dampak kenaikan ini paling terasa di sektor kuliner. Rehan, salah seorang pekerja rumah makan di Natuna, mengaku harga jual makanan di tempatnya bekerja terpaksa dinaikkan karena biaya produksi terus bertambah.

"Dulu bos saya jual nasi bungkus 10 ribu, sekarang terpaksa naik jadi 12 ribu," jelasnya.

Penyesuaian harga tersebut, menurut Rehan, sudah dilakukan sejak dua bulan terakhir. Tidak hanya bahan makanan, biaya operasional usaha juga ikut melonjak, terutama harga gas elpiji 12 kilogram yang naik dari Rp250 ribu menjadi Rp300 ribu per tabung.

Harga Plastik Kemasan Ikut Meningkat

Hal serupa dirasakan Giska, pelaku usaha makanan dan minuman di Natuna. Ia menyebut berbagai kebutuhan pendukung usaha ikut mengalami kenaikan harga, menambah beban operasional yang sudah berat.

"Plastik juga naik sekarang, jadi mau tidak mau kami harus menyesuaikan," pungkasnya.

Kondisi ini membuat para pelaku UMKM di Natuna harus menghitung ulang biaya produksi secara cermat agar usahanya tetap bertahan di tengah tekanan harga yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Bagikan
Sumber: ulasan.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks