Pencarian

Realisasi Investasi Batam Capai Rp 38,97 Triliun hingga Semester I 2026, Serap 9.964 Tenaga Kerja Baru

Selasa, 18 Agustus 2026 • 15:03:01 WIB
Realisasi Investasi Batam Capai Rp 38,97 Triliun hingga Semester I 2026, Serap 9.964 Tenaga Kerja Baru
Realisasi investasi Batam mencapai Rp 38,97 triliun hingga Semester I 2026, menyerap 9.964 tenaga kerja baru.

BATAM — Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat realisasi investasi di Kota Batam mencapai Rp 38,97 triliun sepanjang Semester I 2026. Angka tersebut setara dengan 55,67 persen dari target Rp 70 triliun yang ditetapkan untuk tahun ini, berdasarkan pemantauan metode bottom-up.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad menyebut capaian ini menjadi sinyal kuat kepercayaan dunia usaha terhadap Batam. Menurutnya, tugas berikutnya adalah menjaga kepercayaan itu dengan perbaikan layanan dan kepastian berusaha.

“Kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat. Tugas kita adalah memastikan kepercayaan tersebut dijawab dengan pelayanan yang semakin baik, kepastian berusaha dan pembangunan infrastruktur yang mendukung kebutuhan investor,” ujar Amsakar dalam keterangan resmi di Batam, Selasa.

Lonjakan Penyerapan Tenaga Kerja di Batam

Dampak investasi mulai terlihat dari bertambahnya lapangan kerja. Jumlah tenaga kerja tercatat naik dari 30.979 orang pada Semester I 2025 menjadi 40.943 orang pada Semester I 2026, atau bertambah 9.964 orang dalam setahun.

Pertumbuhan ini terjadi seiring investasi yang masuk mulai memasuki tahap produksi. Amsakar menegaskan bahwa angka investasi bukan sekadar catatan administratif, melainkan harus berdampak nyata pada perekonomian daerah.

“Kita tidak boleh berhenti pada angka. Yang paling penting adalah bagaimana investasi ini terus bergerak, proyeknya terealisasi, lapangan kerja tercipta, industri berkembang, dan memberikan multiplier effect bagi ekonomi Batam,” katanya.

Catatan Berbeda dari Laporan LKPM

Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi pada periode yang sama tercatat sebesar Rp 29,89 triliun. Selisih angka ini wajar karena metode bottom-up BP Batam menghitung potensi dari lapangan, sementara LKPM berbasis laporan perusahaan.

Pada Triwulan I 2026 saja, realisasi investasi Batam mencapai Rp 17,48 triliun atau tumbuh 102,85 persen secara tahunan. Pertumbuhan itu jauh melampaui pertumbuhan investasi nasional yang hanya 7,2 persen.

Fokus BP Batam: Kecepatan Layanan dan Kolaborasi

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra mengatakan peningkatan investasi harus diimbangi kualitas pelayanan. Investor, kata dia, membutuhkan kepastian sejak tahap awal hingga proyek beroperasi dan berkembang.

“Pelayanan publik harus cepat, kolaborasi lintas instansi juga semakin kuat, serta berbagai hambatan investasi diselesaikan secara cepat dan terukur. Ini menjadi faktor penting untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi investor,” ujar Li Claudia.

Ia menambahkan, BP Batam bersama pemangku kepentingan terus memperkuat koordinasi agar kebutuhan investor direspons cepat. Targetnya, investor tidak hanya datang ke Batam, tetapi juga nyaman melakukan ekspansi di kota tersebut.

“Kita ingin investor tidak hanya datang ke Batam, tetapi juga merasa nyaman untuk berkembang dan melakukan ekspansi di Batam,” katanya menambahkan.

Follow batamvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks