Pencarian

RUU MATCH Act Ancam ASML, Larang Ekspor Mesin Litografi Bekas ke China

Kamis, 25 Juni 2026 • 08:33:01 WIB
RUU MATCH Act Ancam ASML, Larang Ekspor Mesin Litografi Bekas ke China
Pemerintah Belanda melakukan lobi ke AS terkait RUU MATCH Act yang mengancam ekspor mesin litografi bekas ke China.

KEPULAUAN RIAU — Pemerintah Belanda mengambil langkah diplomatik langsung ke Amerika Serikat untuk menentang RUU MATCH Act. Menteri Perdagangan Sjoerd Sjoerdsma bertemu dengan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dan anggota Kongres di Washington untuk menyampaikan kekhawatiran tentang dampak aturan tersebut terhadap ASML, perusahaan paling bernilai di Eropa.

“Saya datang ke sini untuk secara gamblang menguraikan kekhawatiran kami kepada Kongres. Taruhannya bagi Belanda bisa sangat tinggi,” kata Sjoerdsma kepada Bloomberg usai pertemuan.

Mesin Bekas yang Jadi Target Baru

RUU MATCH Act yang diperkenalkan pada April lalu memang belum melalui pemungutan suara penuh di DPR atau Senat AS. Namun, isinya lebih agresif dari aturan yang sudah ada. Selama ini ASML sudah dilarang mengekspor mesin extreme ultraviolet (EUV) paling canggih ke China. Kini, RUU itu ingin memperluas larangan ke mesin deep ultraviolet (DUV) immersion — teknologi yang sebenarnya sudah dikirim ASML sekitar satu dekade lalu.

CEO ASML Christophe Fouquet menjelaskan ke TechCrunch pada Mei bahwa China saat ini hanya bisa membeli peralatan DUV generasi lama. “Perangkat yang pertama kali dikirim sekitar sepuluh tahun lalu,” ujarnya. Mesin-mesin inilah yang akan masuk daftar hitam jika MATCH Act disahkan.

Pendapatan ASML Terancam

China berkontribusi 19 persen dari total penjualan sistem bersih ASML. Angka itu menjadikan Negeri Tirai Bambu sebagai salah satu pasar terbesar bagi perusahaan yang berbasis di Veldhoven, Belanda. ASML sendiri adalah satu-satunya produsen mesin litografi canggih di dunia yang digunakan untuk membuat chip AI generasi terbaru.

Jika RUU MATCH Act benar-benar diimplementasikan, dampaknya tidak hanya dirasakan ASML. Rantai pasok semikonduktor global bisa terganggu, mengingat produsen chip China akan kehilangan akses ke peralatan yang sebenarnya sudah berusia tua sekalipun.

Nasib RUU di Kongres AS

Bloomberg melaporkan bahwa MATCH Act kemungkinan besar perlu digabungkan ke dalam paket undang-undang yang lebih besar agar bisa lolos. Proses legislasi semacam itu biasanya memakan waktu dan melibatkan negosiasi lintas partai. Namun, tekanan politik di Washington untuk membatasi akses teknologi China ke peralatan semikonduktor terus meningkat.

Bagi pengamat industri teknologi di Indonesia, dinamika ini patut dicermati. Ketegangan dagang AS-China bisa berdampak pada ketersediaan chip dan harga perangkat elektronik di pasar lokal, meskipun efeknya tidak langsung.

Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks