KEPULAUAN RIAU — Strategi elektrifikasi Mitsubishi kini jelas: tidak sendirian. Dalam rapat pemegang saham perusahaan pada 18 Juni 2026 silam, CEO Takao Kato membeberkan alasan logis di balik keputusan tersebut. Alih-alih mengucurkan dana pengembangan dari nol, pabrikan berlambang tiga berlian itu memilih mempercepat waktu ke pasar dengan rebadge produk jadi.
"Membangun EV khusus untuk Mitsubishi akan membutuhkan investasi besar," ujar Kato dalam rapat yang dilaporkan oleh Automotive News. Ia menambahkan bahwa jika perusahaan terpaksa menanggung kerugian signifikan karena penjualan yang lebih rendah dari perkiraan, situasi itu akan menimbulkan masalah manajemen yang besar.
Eclipse Sportback: Bukti Nyata Strategi Rebadge
Hasil dari strategi ini sudah terlihat. Mitsubishi Eclipse Sportback yang diluncurkan merupakan rebadge dari Nissan Leaf, mobil listrik yang sudah matang secara teknologi dan pasar. Dengan cara ini, Mitsubishi menghemat biaya riset dan pengembangan yang bisa mencapai miliaran dolar.
Langkah ini juga menjadi yang paling masuk akal di tengah kondisi pasar global. Penjualan kendaraan listrik murni mengalami tren penurunan sejak awal tahun lalu, khususnya di Eropa. Mengandalkan platform yang sudah teruji dianggap sebagai cara paling efisien untuk tetap kompetitif tanpa menanggung beban finansial yang berat.
EV Kedua Segera Hadir, Diproduksi Foxconn
Mitsubishi tidak berhenti di Eclipse Sportback. Kato mengungkapkan bahwa pabrikan akan mengumumkan EV lain pada akhir tahun ini. Yang menarik, kendaraan ini akan diproduksi oleh Foxconn di Taiwan.
Namun, model tersebut kemungkinan besar tidak akan dijual di Amerika Serikat. Pasar ekspor utama untuk EV kedua ini adalah Jepang dan Australia, yang secara geografis lebih dekat dengan lokasi produksi di Taiwan. Keputusan ini menunjukkan pendekatan Mitsubishi yang sangat pragmatis: fokus pada pasar yang paling potensial dan efisien secara logistik.
Dengan strategi ini, Mitsubishi membuktikan bahwa di era elektrifikasi yang penuh ketidakpastian, berbagi platform dan biaya bisa menjadi pilihan yang lebih cerdas daripada bertaruh sendirian dengan investasi raksasa.