Pencarian

Dua Perusahaan Inggris Kolaborasi Bikin Konsep Lotus 2+2, Siap Jalan Setahun Lagi

Senin, 29 Juni 2026 • 17:22:31 WIB
Dua Perusahaan Inggris Kolaborasi Bikin Konsep Lotus 2+2, Siap Jalan Setahun Lagi
Dua perusahaan Inggris kolaborasi ciptakan konsep mobil sport Lotus 2+2 dengan bobot 900 kg.

KEPULAUAN RIAU — Dua perusahaan asal Inggris, Watt Electric Vehicles (WEV) dan Avant Design, mengumumkan kolaborasi ambisius untuk menghidupkan kembali semangat sportscar ringan ala Lotus. Proyek yang dipesan oleh majalah Autocar ini bukan sekadar rendering 3D biasa. Konsep 2+2 tempat duduk tersebut sudah dirancang dengan detail teknis yang matang, mulai dari sasis hingga solusi kelistrikan yang siap produksi.

VR Bukan Cuma Pajangan, Tapi Alat Rekayasa Fungsional

Avant Design tidak menggunakan pemodelan VR sekadar untuk membuat model display. Mereka mengintegrasikan teknologi ini langsung ke dalam proses rekayasa, memastikan setiap lekukan bodi bisa mengakomodasi kebutuhan teknis di dunia nyata. "Kami memanfaatkan VR untuk menyelesaikan masalah teknik secara real-time," ujar perwakilan Avant Design dalam pernyataan resmi yang diterbitkan Autocar.

Sementara itu, WEV menyediakan platform bernama PACES (Passenger And Commercial EV Skateboard). Sasis modular ini sudah teruji dalam bentuk drivable di ajang CES tahun ini. Menariknya, platform tersebut tidak hanya mendukung motor listrik di roda, tetapi juga bisa diadaptasi untuk mesin pembakaran internal dan hybrid.

Bobot Cuma 900 Kg, Target Jadi Penerus Lotus Esprit

Untuk proyek Lotus 2+2 ini, target spesifikasinya sangat menggoda: bobot 2.000 pon atau sekitar 907 kilogram. Tenaga berasal dari mesin V8 mid-engine, menjadikannya kandidat kuat sebagai penerus spiritual Lotus Esprit. Dengan bobot serendah itu, performa yang dijanjikan pasti jauh dari kata biasa.

Yang lebih menarik, konsep ini diklaim hanya butuh satu tahun untuk lolos regulasi jalan raya dan satu tahun lagi untuk masuk tahap produksi. Dalam industri otomotif, kecepatan semacam ini nyaris mustahil dicapai oleh pabrikan besar tanpa dana riset raksasa.

Semangat 'Man in a Shed' yang Dipercepat Teknologi

Kolaborasi ini mengingatkan pada tradisi Inggris yang kerap disebut Man in a Shed: dua atau tiga pengusaha di bengkel kecil bisa melahirkan jenius teknik seperti Cosworth. WEV dan Avant Design membawa semangat itu ke era modern dengan perangkat VR dan sasis modular yang memangkas waktu pengembangan.

Mereka menawarkan jasa pembuatan prototipe fungsional bagi pabrikan lain, dari mobil sport kecil hingga pikap listrik. "Tidak ada alasan bagi pabrikan untuk tidak mencoba ide-ide baru," tulis Autocar dalam laporannya. "Kalau Mazda dulu bisa memakai firma Inggris untuk menyempurnakan Miata, kenapa pabrikan lain tidak?"

Jika layanan ini benar-benar dipakai, kita mungkin akan melihat lebih banyak variasi model di jalan—bukan hanya crossover yang aman secara penjualan. Dan jika hasilnya adalah Lotus V8 seberat 900 kilogram, maka dunia otomotif punya alasan untuk bersorak.

Bagikan
Sumber: caranddriver.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks