Pencarian

BYD Kembali Rebut Mahkota EV Global di Q2 2026, Kiriman Tembus 557 Ribu Unit, Jauhi Tesla

Kamis, 02 Juli 2026 • 04:50:31 WIB
BYD Kembali Rebut Mahkota EV Global di Q2 2026, Kiriman Tembus 557 Ribu Unit, Jauhi Tesla
BYD mengukuhkan posisi sebagai produsen kendaraan listrik murni terbesar dunia pada Q2 2026.

KEPULAUAN RIAU — Bloomberg melaporkan, capaian BYD pada Q2 2026 mencakup seluruh model listrik murni yang dijual secara global. Angka ini menjadi pembanding langsung dengan Tesla yang hanya memproduksi kendaraan baterai-listrik. Jika menghitung model plug-in hybrid, volume penjualan BYD tentu jauh lebih besar lagi.

Ekspor Jadi Mesin Pertumbuhan BYD

Dominasi BYD tidak lagi bergantung pada pasar domestik China. Perusahaan mengandalkan ekspansi agresif ke Eropa, Asia Tenggara, dan Amerika Latin. Manajemen BYD bahkan telah memberi sinyal kepada analis bahwa target penjualan luar negeri pada 2026 bisa mencapai 1,5 juta unit, melampaui target resmi yang dipatok 1,3 juta unit.

Strategi ini berbuah manis. BYD tercatat sudah beberapa bulan berturut-turut mengungguli Tesla di Eropa, termasuk di dua pasar mobil listrik terbesar di kawasan tersebut. Registrasi Tesla di benua biru terus merosot, sementara BYD justru naik.

Mengapa Tesla Tertinggal Jauh?

Pada Q1 2026, Tesla sempat merebut posisi teratas setelah BYD mengalami penurunan penjualan domestik imbas dihapuskannya pembebasan pajak pembelian EV di China. Namun, keunggulan Tesla saat itu tipis dan tidak bertahan lama. Tesla hanya mengirim 358.023 unit pada Q1 dan menumpuk lebih dari 50.000 mobil yang tak terjual ke dalam stok gudang.

Analis Wall Street memperkirakan pengiriman Tesla Q2 2026 akan berada di kisaran 406.000 unit. Bloomberg sendiri lebih konservatif dengan estimasi 396.500 unit. Namun, Electrek punya pandangan berbeda: mereka memprediksi Tesla bisa mencapai 450.000 unit berkat permintaan Model Y yang segar dan upaya pembersihan stok besar dari Q1.

Sekalipun prediksi Electrek terbukti benar, Tesla tetap kalah telak. Dengan 557.090 unit BYD, selisihnya masih sekitar 100.000 unit. "BYD adalah produsen mobil listrik murni terbesar di dunia, dan kesenjangannya bersifat struktural, bukan kejutan satu kuartal," tulis Electrek.

Nasib Bisnis Mobil Tesla: Volume Berhenti Tumbuh

Komentator di forum Electrek dengan akun Jack menilai, pertumbuhan volume penjualan konsumen Tesla sudah berhenti. "Penjualan volume tinggi bukan lagi strategi bisnis utama mereka," tulis Jack. Menurutnya, Model 3 dan Model Y tetap mobil yang bagus, tetapi masa depan valuasi Tesla kini bertumpu pada robotaxi dan robot, bukan pada bisnis kendaraan yang kini dimenangkan BYD dari segi volume.

Data tahun penuh 2025 memperkuat argumen ini. BYD mengamankan mahkota BEV global dengan 2.256.714 unit, sementara Tesla hanya 1.636.129 unit — selisih lebih dari 600.000 unit. Pola yang sama kini terulang di 2026. Tesla akan mengumumkan angka resmi Q2 pada 2 Juli mendatang, tetapi hasil akhirnya sudah bisa ditebak: BYD masih menjadi raja volume.

Bagikan
Sumber: electrek.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks