Pencarian

BP Batam Sosialisasi Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang, Target Rampung 2028 untuk Putus Rantai Kemiskinan

Minggu, 02 Agustus 2026 • 19:17:31 WIB
BP Batam Sosialisasi Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang, Target Rampung 2028 untuk Putus Rantai Kemiskinan
Ratusan anak asli Rempang dan Galang menghadiri sosialisasi Sekolah Terintegrasi Merah Putih yang digelar BP Batam di akhir pekan lalu.

BATAM — Ratusan anak asli Rempang dan Galang hadir dalam sosialisasi Sekolah Terintegrasi Merah Putih yang digelar BP Batam, akhir pekan lalu. Kegiatan ini menjadi penanda awal dari proyek pendidikan yang dirancang untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi di wilayah kepulauan tersebut.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad menyebut sekolah ini bukan sekadar gedung, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan Kota Batam. "Hari ini kami ingin memberi pemahaman tentang Sekolah Terintegrasi Merah Putih, karena sekolah ini akan segera dibangun di Rempang. Sekolah ini merupakan upaya kami untuk merancang SDM unggul di wilayah hinterland," katanya di Batam, Minggu.

Fasilitas Lengkap dari Asrama hingga Kolam Renang

Deputi Bidang Infrastruktur Mouris Limanto merinci fasilitas yang akan tersedia di kompleks sekolah tersebut. Murid nantinya akan tinggal di asrama yang berada di dalam area sekolah, sehingga proses belajar mengajar bisa berjalan lebih intensif.

"Nanti akan ada asrama, jadi murid akan memiliki tempat tinggal di area sekolah. Lalu ada area olahraga yang meliputi lapangan sepak bola, basket dan kolam renang. Akan ada perpustakaan, serta fasilitas ibadah masjid dan gereja," kata dia.

Pendidikan Vokasi Jadi Bekal Anak Prasejahtera

Kurikulum sekolah ini tidak hanya menekankan akademik. Pendidikan vokasi akan menjadi bekal utama dalam proses belajar-mengajar, dengan tujuan meningkatkan daya saing siswa di tengah kemajuan ilmu dan teknologi.

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menegaskan arah kebijakan ini. "Pemerintah ingin agar anak-anak dari keluarga prasejahtera juga mendapat pendidikan yang layak. Sehingga, mereka mendapat bekal yang mumpuni dalam menghadapi tantangan kompetensi di dunia kerja," tambahnya.

Perizinan Masih Berproses, Pembangunan Fisik Menyusul

Meski sosialisasi telah dimulai, pembangunan fisik belum bisa dieksekusi. BP Batam memastikan seluruh tahapan administratif sedang berjalan sesuai ketentuan agar proyek tidak mengalami hambatan di kemudian hari.

Proses yang tengah berlangsung meliputi penyelesaian perizinan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

"Kami tidak ingin pembangunan dimulai tanpa seluruh aspek hukum dan teknis dipastikan selesai. Dengan begitu pembangunan dapat berjalan tepat waktu dan mematuhi regulasi yang ada. Karena sekolah ini bukan sekadar membangun gedung, tetapi membangun masa depan generasi Batam dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional di masa mendatang," kata Amsakar.

Setelah seluruh perizinan tuntas, pembangunan fisik akan dilaksanakan secara bertahap dengan target penyelesaian pada tahun 2028. Sekolah ini nantinya menaungi jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan terpadu.

Follow batamvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks