TANJUNGPINANG — Pemprov Kepri mencatat capaian signifikan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas nasional. Sebanyak 239 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini beroperasi di tujuh kabupaten dan kota untuk melayani ratusan ribu penerima manfaat.
Ansar menegaskan seluruh SPPG wajib mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sertifikasi ini menjadi syarat mutlak untuk menjamin keamanan pangan sekaligus mencegah risiko keracunan massal di tengah masyarakat.
Distribusi MBG ke Wilayah 3T Kepri Terus Dipercepat
Pemprov Kepri berkoordinasi intensif dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mempercepat operasional dapur SPPG di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Langkah ini diambil agar pemerataan gizi tidak hanya dinikmati warga di perkotaan seperti Batam dan Tanjungpinang.
"Visi kami adalah mewujudkan Kepri yang maju, makmur, dan merata. Seluruh program pembangunan daerah diarahkan untuk mendukung percepatan pelaksanaan program strategis nasional," ujar Ansar di Tanjungpinang, Selasa (4/8).
407 Koperasi Desa Merah Putih Terbentuk, 271 Kantongi Lahan
Pada sektor ekonomi desa, Kepri telah membentuk 407 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dari jumlah tersebut, 271 koperasi telah memiliki lahan untuk operasional, sementara 136 lainnya masih dalam proses penyediaan lahan oleh pemerintah daerah.
Pemda juga mendorong kolaborasi antara koperasi dan badan usaha milik negara (BUMN) dalam rantai pasok logistik. Hasilnya nanti akan dipasarkan langsung kepada masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
"Kami terus berkonsultasi dengan pemerintah pusat agar program ini segera berjalan optimal sebagai pengungkit ekonomi masyarakat," kata Ansar.
Sekolah Rakyat Kepri Tampung 201 Siswa, Dompak Segera Dilelang
Program Sekolah Rakyat di Kepri telah menjaring 201 peserta didik yang tersebar di tiga kabupaten/kota. Rinciannya, 96 siswa di Kabupaten Natuna, 62 siswa di Kota Tanjungpinang, dan 43 siswa di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Pemprov mempercepat proses lelang pembangunan gedung permanen di tiga daerah tersebut. Selain itu, pembangunan serupa tengah disiapkan untuk Kabupaten Bintan, Karimun, Lingga, serta satu Sekolah Rakyat tingkat Provinsi Kepri di Pulau Dompak.
"Lokasi Sekolah Rakyat di Pulau Dompak sudah ditinjau dan dalam waktu dekat akan segera dilelang oleh Kementerian Sosial," ungkapnya.
100 Titik Kampung Nelayan Merah Putih Ditargetkan Terbangun
Di sektor kelautan, Kepri mengusulkan 124 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih ke pemerintah pusat. Sebanyak empat lokasi telah ditetapkan, yakni tiga di Kota Batam dan satu di Desa Cemaga Utara, Kabupaten Natuna.
Progres survei topografi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga berjalan. Sebanyak 82 lokasi telah selesai disurvei, 18 lokasi merupakan usulan tambahan survei, dan 20 lokasi lainnya masih menunggu giliran.
"Target kami dalam dua tahun ke depan sebanyak 100 titik Kampung Nelayan Merah Putih dapat terbangun di Kepulauan Riau," kata Ansar.
Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan pemangku kepentingan mengawal pelaksanaan program agar berdampak nyata pada peningkatan ekonomi masyarakat. Fokus utamanya mencakup pembangunan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja, serta perluasan akses distribusi logistik di seluruh wilayah Kepri.