KEPULAUAN RIAU — Arhan bergabung setelah Persija sebelumnya mendatangkan Victor Dethan dan Aqil Savik. Pemain berusia 24 tahun itu diikat kontrak hingga 2029 dan diharapkan langsung menambah daya gedor dari sisi kiri pertahanan.
Kepindahan ini sekaligus mempertemukan kembali Arhan dengan Shin Tae-yong, pelatih yang membesarkan namanya di timnas Indonesia. Di Persija, Arhan tak otomatis menjadi starter. Skuad Macan Kemayoran sudah memiliki Dony Tri Pamungkas dan Shayne Pattynama di posisi yang sama.
Kehadiran Arhan membuat persaingan di sektor bek kiri kian ketat. Manajemen Persija menilai kompetisi internal ini justru akan meningkatkan kualitas tim secara keseluruhan.
Salah satu alasan Persija merekrut Arhan adalah kemampuannya yang khas: lemparan ke dalam jarak jauh. Senjata ini kerap menjadi momok bagi lawan dan sering berujung pada peluang berbahaya atau gol langsung.
Selain itu, Arhan dikenal sebagai pemain agresif dengan mobilitas tinggi. Ia juga kuat dalam membantu transisi permainan, baik saat bertahan maupun menyerang.
Arhan memulai karier profesionalnya di PSIS Semarang. Petualangannya kemudian membawanya ke luar negeri: Tokyo Verdy (Jepang), Suwon FC (Korea Selatan), dan Bangkok United (Thailand). Pengalaman di tiga kompetisi Asia itu menjadi modal berharga.
Di level internasional, Arhan menjadi bagian penting perjalanan timnas Indonesia. Ia turut serta saat Indonesia menjadi runner-up Piala AFF 2020, merebut medali emas SEA Games 2023, dan menembus babak 16 besar Piala Asia 2023 untuk pertama kalinya. Ia juga berperan saat Garuda melaju ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Presiden Persija, Mohamad Prapanca, menyambut positif kedatangan Arhan. Ia menyebut perekrutan ini sebagai bagian dari upaya klub membangun skuad yang lebih kompetitif musim depan.
Dengan tambahan amunisi baru, Persija diprediksi akan tampil lebih garang di Liga Super 2026-2027. Kombinasi pengalaman internasional Arhan dan kualitas pemain lokal lainnya menjadi modal menarik untuk musim mendatang.