Kadin Kepri Soroti Tiga Persoalan Pariwisata: Travel Ilegal, Harga Tiket Feri Mahal, dan Penataan Layanan Bandara-Pelabuhan

Penulis: Ridwan Azhari  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 22:46:01 WIB
Wakil Ketua Umum Kadin Kepri Bidang Pariwisata, Edi Surbakti, memimpin rapat pengurus baru di Graha Kadin Kepri.

BATAM — Wakil Ketua Umum Kadin Kepri Bidang Pariwisata, Edi Surbakti, menyatakan bahwa pihaknya langsung bergerak setelah kepengurusan baru dikukuhkan oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie di Aula Kantor Gubernur Kepri. Rapat yang digelar di Graha Kadin Kepri itu menghadirkan perwakilan dari ASITA, ASPPI, ASTINDO, IPI, PUTRI, serta sejumlah pelaku usaha pariwisata.

“Kadin sebagai induk dunia usaha perlu hadir dan menyikapi perkembangan pariwisata di Kepri ini,” ujar Edi dalam keterangannya usai rapat.

Agen Travel Ilegal dan Layanan Bandara yang Belum Ramah

Edi membeberkan sejumlah persoalan yang dikeluhkan para pelaku usaha. Pertama, maraknya agen perjalanan “freelance” yang diduga tidak memiliki izin resmi. Tata niaga dan regulasi untuk agen jenis ini dinilai belum diatur secara jelas.

Kedua, fasilitas layanan pengantaran (drop off) dan penjemputan (pick up) rombongan wisatawan di bandara, pelabuhan internasional, dan domestik di seluruh Kepri dinilai masih perlu penataan. “Agar lebih ramah dalam pelayanan pariwisata,” kata Edi.

Harga Tiket Feri Internasional Masih Tinggi

Isu lain yang menjadi perhatian serius adalah harga tiket feri internasional yang dinilai masih mahal. Selain itu, para pelaku pariwisata juga mengusulkan agar seluruh pintu masuk internasional di Kepri dilengkapi layanan Visa On Arrival atau bebas visa kunjungan.

“Termasuk usulan revitalisasi dan pembentukan Badan Pariwisata Provinsi serta di setiap kabupaten dan kota,” pungkas Edi.

Pariwisata Berkualitas untuk Devisa dan PAD

Dalam pertemuan itu, Edi menekankan bahwa pariwisata harus memberikan dampak ekonomi yang luas. Industri ini menghidupkan sektor akomodasi, jasa makan minum, transportasi laut-darat-udara, UMKM oleh-oleh, hingga jasa hiburan.

Saat ini, Kepulauan Riau menduduki peringkat ketiga penyumbang kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Sektor ini menjadi andalan bagi produktivitas devisa negara dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kita ingin pariwisata di Kepri ini terus dikembangkan, berkelanjutan, dan memberikan layanan prima bagi wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara. Mulai berangkat, tiba, menginap, hingga kembali ke daerah asal mendapat kesan yang baik,” ujar Edi.

Susunan Pengurus Baru Bidang Pariwisata Kadin Kepri

Sebagai langkah awal, Kadin Kepri telah mengukuhkan sejumlah pengurus yang fokus pada sektor pariwisata. Mereka adalah Edi R Surbakti sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Pariwisata, Enly Yunaeni sebagai Ketua Komite Tetap Bidang MICE, dan Mariati Gea sebagai Ketua Komite Tetap Bidang Hotel dan Restoran.

Selain itu, Andi Xie menjabat Ketua Komite Tetap Bidang Perjalanan Wisata Inbound, Doly Hasibuan menangani outbound, Sapril Sembiring mengurus pengembangan destinasi, dan Segara Arif Laksamana memimpin bidang pramuwisata.

Reporter: Ridwan Azhari
Sumber: kabarbatam.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top