NATUNA — Wakil Bupati Natuna, Jarmin, menekankan bahwa pendidikan anak, khususnya di usia dini, merupakan fase krusial dalam membentuk karakter, kecerdasan, dan kemampuan sosial. Fase ini, kata dia, menjadi fondasi bagi generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Jarmin menegaskan bahwa pendidikan tidak berhenti di ruang kelas. Lingkungan keluarga memiliki peran yang sama pentingnya dengan sekolah. “Keberhasilan pendidikan anak hanya dapat tercapai melalui kerja sama yang harmonis antara keluarga, sekolah, dan masyarakat,” ujarnya dalam sambutan peresmian TK tersebut.
Ia menambahkan, komunikasi yang terbuka antara orang tua dan guru akan memudahkan pemantauan perkembangan anak. Dengan begitu, potensi maupun kesulitan yang dihadapi anak bisa dikenali sejak dini, sehingga langkah penanganan yang tepat bisa segera diambil.
Dalam kesempatan itu, Wabup juga menyoroti pentingnya menanamkan nilai moral, agama, serta kecintaan terhadap budaya dan kearifan lokal. Menurutnya, hal ini krusial agar anak-anak mampu menyaring pengaruh negatif dari perkembangan teknologi dan globalisasi.
“Semoga dengan langkah-langkah tersebut lahir generasi Natuna yang cerdas, kreatif, percaya diri, berakhlak mulia, serta memiliki wawasan global tanpa meninggalkan jati diri sebagai bangsa Indonesia,” kata Jarmin.
Seruan Wabup ini relevan dengan tantangan pengasuhan di era digital. Pengawasan orang tua tidak lagi sekadar memantau nilai rapor, tetapi juga aktivitas anak di dunia maya. Kolaborasi dengan sekolah menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak, baik secara akademis maupun karakter.
Pemerintah Kabupaten Natuna sendiri terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan, salah satunya dengan mendukung kehadiran sekolah-sekolah yang mampu bersaing di tingkat internasional, tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal.