Prabowo Larang Tiga BUMN Strategis Dilego ke Asing, PT PAL hingga PTDI akan Dibangkitkan

Penulis: Mahsyar Hamdani  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 17:32:51 WIB
Presiden Prabowo menegaskan larangan penjualan tiga BUMN strategis ke investor asing.

KEPULAUAN RIAU — Presiden mengungkapkan bahwa ketiga perusahaan pelat merah itu sebelumnya berada dalam tekanan untuk diakuisisi investor asing. Bahkan, kondisi internalnya dinilai sudah mengarah pada “pembunuhan” secara perlahan.

“Banyak sekali perusahaan yang seolah-olah tadinya mau dijual ke asing. Saya larang,” kata Prabowo dalam sambutannya.

Menurut Kepala Negara, PT PAL, PT Pindad, dan PTDI nyaris dilego karena lemahnya tata kelola dan minimnya dukungan strategis. Ia memastikan pemerintah kini fokus membangkitkan kembali perusahaan-perusahaan tersebut agar mampu bersaing di kancah global.

PT PAL Sudah Produksi Kapal Perang Canggih

Salah satu bukti kebangkitan yang disorot Prabowo adalah PT PAL Indonesia. Perusahaan galangan kapal milik negara itu kini telah mampu memproduksi kapal perang berteknologi tinggi secara mandiri.

“Tadinya industri pertahanan mau dijual. PT PAL, PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia mau dibunuh, mau dijual. Kita bangkitkan. Sekarang akan kita bangkitkan semua perusahaan-perusahaan itu,” ujarnya.

Prabowo menilai pemberantasan korupsi menjadi kunci utama dalam memperkuat daya saing BUMN pertahanan. Tanpa perbaikan tata kelola, kata dia, sulit bagi perusahaan negara untuk menjadi pemain global.

Dampak ke Industri dan Kemandirian Alutsista

Langkah penyelamatan ini berdampak langsung pada rantai pasok industri pertahanan dalam negeri. Dengan dipertahankannya kepemilikan penuh negara atas PT PAL, Pindad, dan PTDI, pemerintah memastikan produksi alat utama sistem senjata (alutsista) tidak bergantung pada negara lain.

Keputusan ini juga menjadi sinyal bagi investor lokal dan global bahwa pemerintah serius membangun ekosistem pertahanan yang mandiri. Ke depan, ketiga BUMN itu diharapkan tidak hanya memasok kebutuhan TNI, tetapi juga menembus pasar ekspor.

Presiden menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa industri pertahanan nasional akan bangkit kembali dan menjadi kebanggaan bangsa, bukan lagi obyek jual-beli pihak asing.

Reporter: Mahsyar Hamdani
Sumber: akurat.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top