KARIMUN — Pemerintah Kabupaten Karimun tengah mempersiapkan transformasi sistem pendidikan dengan merancang kebijakan pengurangan hari sekolah menjadi lima hari. Rencana ini diumumkan Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, usai menjadi Pembina Upacara pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SMPN 1 Karimun, Senin (13/7).
Dalam skema baru ini, hari Sabtu tidak lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengajar formal di kelas. Sebagai gantinya, Sabtu akan menjadi hari khusus ekstrakurikuler dan pengembangan bakat siswa.
"Kami pengin mulai dengan lima hari di sekolah saja. Sabtu untuk ekstrakurikuler atau meningkatkan bakat-bakat mereka, silakan. Nah, itu salah satu bentuk bagaimana kami ingin mendesain pendidikan kita biar lebih smart, kemudian fokus, dan ada waktu-waktu (untuk keluarga)," ujar Ing Iskandarsyah.
Bupati Karimun menyebut kebijakan ini tidak hanya berdampak pada efisiensi belajar anak, tetapi juga membawa efek positif jangka panjang bagi sektor sosial dan ekonomi. Akhir pekan yang bebas dari kegiatan sekolah formal dinilai bisa mempererat interaksi keluarga sekaligus menstimulus sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Karimun.
"Sabtu-Minggu mereka bisa berinteraksi dengan keluarga. Kemudian, juga sebenarnya bisa mendorong untuk mereka wisata, misalnya. UMKM juga berkembang, itu banyak manfaatnya. Tetapi tetap yang lima hari sekolah itu betul-betul optimal. Skemanya nanti sudah disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan," tambahnya.
Meski membawa angin segar, Pemkab Karimun mengakui masih ada tantangan infrastruktur yang harus diselesaikan. Saat ini, lima sekolah di Karimun masih menerapkan sistem pembelajaran bergantian (shift) hingga tiga sesi dalam sehari akibat keterbatasan ruang kelas.
Agar kebijakan lima hari sekolah bisa diterapkan secara merata, sistem shift tersebut harus dihapuskan. Pemkab Karimun telah menyiapkan langkah konkret dengan mengalokasikan anggaran besar pada tahun anggaran 2027 untuk menambah fasilitas Ruang Kelas Baru (RKB).
"Iya, kami nanti coba membuat, memang kami akan bangun rencana kami. Kami sudah anggarkan untuk tahun 2027. Kita rencanakan sekitar 13 miliar rupiah untuk lima sekolah," jelas Bupati.
Langkah investasi infrastruktur pendidikan ini menjadi bukti komitmen Pemkab Karimun bahwa perubahan kebijakan penataan hari sekolah akan dibarengi dengan pemenuhan fasilitas yang layak. Targetnya, seluruh siswa di Kabupaten Karimun bisa menikmati lingkungan belajar yang fokus, smart, dan optimal tanpa ada sekolah yang tertinggal.