Stok MinyaKita di Tanjungpinang Capai 199.896 Liter, Pemkot Bakal Sidak Pedagang Nakal yang Jual di Atas HET

Penulis: Saifuddin Wahid  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 23:44:01 WIB
Stok MinyaKita di Tanjungpinang tercatat 199.896 liter dan Pemkot akan melakukan sidak terhadap pedagang yang menjual di atas HET Rp15.700 per liter.

TANJUNGPINANG — Kepala Disdagin Tanjungpinang Riany mengungkapkan bahwa stok MinyaKita sempat menurun beberapa pekan lalu akibat keterlambatan pengiriman dari Dumai, Medan, dan Jakarta. Namun, distribusi kini sudah kembali normal dan pasokan terus mengalir sesuai jadwal.

"Dalam waktu dekat, pasokan akan bertambah lagi, sehingga total ketersediaan diperkirakan mencapai 26.622 karton atau 319.464 liter," kata Riany usai sidak di gudang distributor CV Bintang Perkasa, Jumat.

HET Rp 15.700 Per Liter, Pedagang Nakal Jadi Sasaran

Pemkot tidak hanya fokus pada ketersediaan stok. Pengawasan juga menyasar distributor, agen, hingga pengecer untuk memastikan MinyaKita dijual sesuai ketentuan pemerintah, yakni Rp 15.700 per liter.

Riany mengakui ada laporan mengenai pedagang yang menjual MinyaKita di atas HET. "Ini akan kami tindak bersama Satgas Pangan," tegasnya.

Namun, ia menyebut pihaknya belum menemukan secara langsung praktik tersebut di lapangan. Penyebabnya, selama ini pengawasan dilakukan menggunakan pakaian dinas sehingga petugas mudah dikenali pedagang.

"Kami akan lakukan pengawasan lebih lanjut agar bisa mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan," ujar dia.

Imbauan ke Distributor dan Masyarakat

Disdagin mengimbau para pedagang hanya mengambil pasokan MinyaKita dari distributor resmi. Distributor juga diminta memastikan penyaluran berjalan lancar hingga ke pasar dan pengecer.

Jika ditemukan pelanggaran seperti penjualan di atas HET, penimbunan, atau penyalahgunaan distribusi, Disdagin akan berkoordinasi dengan Satgas Pangan untuk mengambil tindakan sesuai aturan.

Masyarakat juga diimbau tidak membeli MinyaKita yang dijual di atas HET. Jika menemukan pelanggaran, warga diminta segera melapor ke pihak berwenang.

Reporter: Saifuddin Wahid
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top