TANJUNGPINANG — Pemerintah Kota Tanjungpinang memastikan kelangkaan Minyakita yang sempat terjadi dalam beberapa pekan terakhir segera berakhir. Kepala Disdagin Tanjungpinang, Riany, mengungkapkan bahwa saat ini stok di tingkat distributor mencapai 12 ribu dus atau setara 144 ribu liter.
“Hari ini kami melaksanakan peninjauan langsung ke salah satu distributor untuk memastikan ketersediaan stok Minyakita,” ujar Riany, Jumat (17/7/2026).
Keterlambatan distribusi beberapa pekan terakhir, menurut Riany, disebabkan oleh gangguan transportasi pengiriman dari tiga kota pemasok utama: Dumai, Medan, dan Jakarta menuju Tanjungpinang. Akibatnya, stok di distributor sempat menipis dan berdampak langsung ke pedagang serta Rumah Pangan Kita (RPK).
Kondisi itu memicu kekhawatiran warga yang kesulitan mendapatkan minyak goreng dengan harga murah. Disdagin pun langsung menggelar rapat koordinasi dengan Satgas Pangan, Bulog, distributor, dan Bagian Ekonomi sebelum melakukan peninjauan lapangan.
Riany menyebutkan, dalam waktu dekat akan masuk tambahan pasokan sebanyak 30 ribu dus atau setara 500 ribu liter Minyakita ke gudang distributor. Ia memperkirakan tambahan tersebut mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Tanjungpinang dan sekitarnya dalam beberapa waktu ke depan.
“Untuk kondisi hari ini tersedia sekitar 12 ribu dus atau 144 ribu liter. Dalam waktu dekat akan masuk lagi sekitar 30 ribu dus atau 500 ribu liter,” katanya.
Disdagin terus memantau harga melalui aplikasi Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang dilaporkan setiap hari ke Kementerian Dalam Negeri. Selain mengawasi, pihaknya juga melakukan pembinaan kepada pedagang agar tidak menjual Minyakita di atas HET.
“Kalau harga tinggi jangan dibeli. Cari pedagang yang menjual sesuai HET,” pungkas Riany mengimbau warga.
Pemkot Tanjungpinang berharap dengan tambahan pasokan ini, distribusi ke seluruh titik penjualan kembali lancar dan harga Minyakita bisa segera normal di pasaran.