BATAM — Peringatan dini cuaca ekstrem dikeluarkan BMKG untuk dua wilayah di Kepulauan Riau. Masyarakat di Kabupaten Bintan dan Kabupaten Lingga diminta waspada terhadap hujan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi terjadi pada pagi dan siang hari ini.
Dalam laporan resmi yang dirilis BMKG Hang Nadim Batam, kondisi ini dipicu oleh proses konvektif lokal yang diperkuat perlambatan angin dan tingginya kandungan uap air di atmosfer. Suhu muka laut yang hangat turut mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.
BMKG merinci prakiraan cuaca untuk tujuh kabupaten/kota di Kepri yang berlaku mulai Sabtu pukul 07.00 WIB hingga Minggu (19/7/2026) pukul 07.00 WIB. Berikut rinciannya:
Kota Batam: Hujan ringan pada pagi hari, berubah menjadi udara kabur saat siang, lalu berawan pada malam hingga dini hari. Suhu berkisar 24–29 derajat Celsius dengan angin dari Barat Daya 2–11 kilometer per jam.
Kota Tanjungpinang: Hujan ringan diprakirakan turun dari pagi hingga siang. Kondisi berangsur cerah berawan pada malam hingga dini hari. Suhu 26–29 derajat Celsius, angin dari Selatan 3–12 kilometer per jam.
Kabupaten Bintan: Hujan ringan pada pagi hingga siang, kemudian cerah berawan di malam hari dan berawan pada dini hari. Suhu 24–29 derajat Celsius, angin dari Selatan 0–12 kilometer per jam.
Kabupaten Karimun: Hujan ringan di pagi hari, disusul cerah berawan saat siang, dan berawan sejak malam hingga dini hari. Suhu 25–29 derajat Celsius, angin dari Barat Daya 0–10 kilometer per jam.
Kabupaten Lingga: Hujan ringan pada pagi hari, dilanjutkan cerah berawan dari siang hingga malam, dan berawan di dini hari. Suhu 25–28 derajat Celsius, angin dari Selatan 6–16 kilometer per jam.
Kabupaten Natuna: Udara kabur pada pagi hari, hujan ringan di siang hari, cerah pada malam, dan berawan di dini hari. Suhu 26–30 derajat Celsius, angin dari Barat Daya 4–11 kilometer per jam.
Kabupaten Kepulauan Anambas: Berawan pada pagi, hujan ringan di siang, kembali berawan di malam, dan cerah berawan pada dini hari. Suhu 26–29 derajat Celsius, angin dari Selatan 3–12 kilometer per jam.
BMKG menjelaskan bahwa dinamika atmosfer global tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap cuaca di Kepri saat ini. Namun, faktor lokal seperti belokan angin, pertemuan angin (konvergensi), dan suhu muka laut yang hangat menyebabkan ketersediaan uap air tetap tinggi.
Kondisi ini mendukung pertumbuhan awan hujan yang berpotensi menjadi lebat di beberapa titik. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap dampak cuaca ekstrem seperti genangan air, pohon tumbang, dan sambaran petir, terutama di wilayah Bintan dan Lingga.