60 UMKM Kepri Lolos Kurasi Program Inkubasi Bisnis, Disiapkan Tembus Pasar Ekspor Lewat Temu Bisnis 10 Negara

Penulis: Ridwan Azhari  •  Senin, 20 Juli 2026 | 13:47:31 WIB
UMKM binaan Pemerintah Provinsi Kepri lolos kurasi untuk mengikuti Program Inkubasi Bisnis Merah Putih selama tiga bulan.

TANJUNGPINANG — Sebanyak 60 UMKM binaan Pemerintah Provinsi Kepri kini tengah menjalani program inkubasi bisnis yang dirancang khusus untuk membawa produk mereka menembus pasar ekspor. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kepri, Riki Rionaldi, menegaskan bahwa fokus utama dari seluruh rangkaian pembinaan ini bukan sekadar pelatihan, melainkan peningkatan kontribusi nyata sektor UMKM terhadap perekonomian daerah.

Dari 600 Peserta AI Hanya 60 yang Lolos Kurasi

Proses seleksi berlangsung ketat. Riki Rionaldi mengungkapkan bahwa dari total 600 peserta yang mengikuti pelatihan digitalisasi berbasis AI, pihaknya mengerucutkan kembali hingga hanya menyisakan 60 UMKM terbaik. “Dari total 600 peserta AI tersebut, dikerucutkan lagi menjadi hanya 60 UMKM,” katanya kepada hariankepri.com, kemarin.

Program ini merupakan kelanjutan dari pelatihan tahun 2025 yang telah menjangkau 2.400 pelaku usaha mikro melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK).

Program Inkubasi Tiga Bulan Menuju Temu Bisnis 10 Negara

Ke-60 UMKM yang terkurasi kini mengikuti Program Inkubasi Bisnis Merah Putih yang berlangsung selama tiga bulan. Riki menyebut program ini mempersiapkan para pelaku usaha menghadapi agenda besar, yakni Temu Bisnis 10 Negara. “Program ini mempersiapkan pelaku usaha menghadapi Temu Bisnis 10 Negara,” jelasnya.

Agenda tersebut akan digelar di dua kota, Batam dan Tanjungpinang, mulai 17 September hingga puncaknya pada 27 September 2026. Riki menyebutkan lebih dari 100 perusahaan asing dijadwalkan hadir dalam pertemuan bisnis tersebut.

Pemberdayaan UMKM Sebagai Solusi Konkret Cegah Kemiskinan Ekstrem

Riki Rionaldi menilai penguatan kelas UMKM menjadi krusial agar para pelaku usaha tidak jatuh ke kategori masyarakat miskin ekstrem. Meskipun Dinas Koperasi dan UKM Kepri bukan leading sector penanggulangan kemiskinan, pemberdayaan UMKM dianggap sebagai solusi konkret pemerintah. “Salah satu solusi konkret pemerintah adalah melalui jalur pemberdayaan,” ujarnya.

Tahapan Pembinaan: Dari Subsisten, Digital, Hingga Ekspor

Pembinaan UMKM di Kepri dirancang secara bertahap. Riki menjelaskan bahwa prosesnya dimulai dari level usaha subsisten, kemudian dinaikkan kelasnya ke level digital, dan pada akhirnya mampu menembus pasar ekspor. “Dari tingkat subsisten, naik kelas ke digital, hingga akhirnya masuk ke level ekspor,” pungkasnya.

Pemerintah provinsi berharap program inkubasi ini tidak hanya melahirkan wirausaha baru, tetapi juga memperkuat daya saing produk lokal Kepri di kancah internasional.

Reporter: Ridwan Azhari
Sumber: hariankepri.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top