BATAM — Infrastruktur digital bawah laut yang baru diresmikan di Batam dinilai mampu menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. BPI Danantara menyebut proyek Nongsa Changi Cable (NCC) bukan sekadar kabel telekomunikasi, melainkan fondasi bagi lahirnya ekosistem industri baru di Tanah Air.
Setyanto Hantoro menjelaskan bahwa investasi pada infrastruktur digital seperti NCC memiliki dampak ekonomi yang lebih luas dibandingkan proyek komersial biasa. Menurutnya, konektivitas langsung antara Batam dan Singapura ini akan membuka jalan bagi pengembangan kecerdasan buatan (AI), pusat data (data center), manufaktur, hingga sektor jasa digital.
"Ini bukan hanya tentang kabel antara Singapura dan Batam, tetapi tentang infrastruktur digital yang akan mendorong tumbuhnya inovasi, daya saing, dan berbagai industri lain," ujar Setyanto di Batam, Senin.
BPI Danantara mendorong badan usaha milik negara, khususnya Telkom Group, untuk terus berinvestasi pada infrastruktur digital. Presiden Direktur Telkom Indonesia Dian Siswarini menyebut NCC merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas jaringan nasional.
“Telkom selama ini telah membangun jaringan digital di berbagai wilayah melalui jaringan serat optik darat, menara telekomunikasi, jaringan seluler Telkomsel, kabel laut antarpulau, hingga satelit,” kata Dian. Ia menambahkan, saat ini Telkom sudah memiliki kapasitas untuk melayani lebih dari 96 persen populasi Indonesia.
Pengoperasian NCC disebut sebagai langkah lanjutan untuk memenuhi kebutuhan kapasitas digital yang terus meningkat. Menurut Dian, infrastruktur ini sangat vital untuk mendukung pengembangan AI, layanan komputasi awan (cloud computing), serta kebutuhan layanan digital berskala besar (hyperscale).
“NCC menjadi bagian dari komitmen Telkom dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang semakin kuat dan mampu memenuhi kebutuhan transformasi digital Indonesia ke depan,” ujarnya.
Dengan hadirnya NCC, Batam diproyeksikan menjadi gerbang digital yang menghubungkan Indonesia dengan pusat ekonomi global. Setyanto menekankan bahwa investasi ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan ekonomi, sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia.
"Ini akan memastikan bahwa infrastruktur digital akan menjadi katalis pertumbuhan sektor-sektor lainnya," pungkasnya. Pemerintah daerah Kepri pun diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk menarik lebih banyak investasi teknologi ke wilayah tersebut.