BATAM — Workshop yang digelar di Batam tersebut menghadirkan Plt. Direktur Utama BRK Syariah Helwin Yunus, Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau Sinar Dananjaya, dan Wali Kota Batam Amsakar Achmad sebagai pembicara. Peserta terdiri dari nasabah program subsidi margin Kota Batam yang menjalankan usaha mikro, kecil, dan menengah.
Helwin menegaskan peran bank tidak berhenti pada pemberian modal awal. Pendampingan dinilai sama pentingnya agar pelaku usaha mampu mengelola bisnis secara profesional dan bertumbuh berkelanjutan.
"UMKM tidak cukup hanya didorong untuk memulai usaha, tetapi juga harus didampingi agar mampu mengelola usaha secara profesional dan bertumbuh secara berkelanjutan. Kita ingin pelaku UMKM ini naik kelas, bukan sekadar usaha," ujar Helwin Yunus.
Dalam sesi pengarahan, Helwin menyampaikan tiga prinsip dasar yang perlu dipegang pelaku usaha. Prinsip pertama adalah disiplin mencatat keuangan, disusul disiplin menjaga kepercayaan, dan disiplin membangun masa depan usaha.
"Ada tiga kunci dalam menjalankan bisnis yaitu disiplin mencatat keuangan, disiplin menjaga kepercayaan, serta disiplin membangun masa depan usaha," tambahnya.
Pencatatan keuangan yang rapi disebut menjadi fondasi penting bagi UMKM yang ingin mengakses pembiayaan lebih besar. Tanpa laporan yang tertib, pelaku usaha dinilai akan sulit membuktikan kelayakan usahanya kepada lembaga keuangan.
Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau Sinar Dananjaya menyampaikan data sektor pembiayaan UMKM di Batam. Porsi kredit UMKM di kota itu mencapai 72,84 persen atau senilai Rp 12,48 triliun.
Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Batam telah menembus Rp 940 miliar untuk 10.318 debitur. Sementara pembiayaan Ultra Mikro (UMi) tersalurkan sebesar Rp 40,87 miliar bagi 6.110 debitur.
"Kota Batam menjadi penggerak utama UMKM di Kepri dengan porsi kredit mencapai 72,84 persen atau senilai Rp 12,48 triliun," kata Sinar.
Pemko Batam menjalankan program insentif bantuan modal usaha berbunga 0 persen dengan plafon hingga Rp 20 juta. Program itu dilengkapi pelatihan pengemasan, pembinaan manajemen, dan perluasan akses pasar bagi pelaku UMKM.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyebut langkah tersebut terbukti menopang laju pertumbuhan ekonomi Batam yang mencapai 7,28 persen pada semester I-2026. Arus investasi di kota itu mendekati Rp 40 triliun.
"Pemerintah Kota Batam terus mendorong penguatan kapasitas dan pemberdayaan UMKM melalui insentif bunga 0 persen, pelatihan pengemasan, pembinaan manajemen, hingga perluasan akses pasar. Langkah ini terbukti mampu menopang laju pertumbuhan ekonomi Batam yang mencapai 7,28 persen pada semester I-2026," jelas Amsakar.
Amsakar menambahkan pertumbuhan ekonomi yang kuat harus diimbangi penurunan angka kemiskinan dan pengangguran. Menurutnya, pembangunan tidak hanya soal fisik seperti jalan dan sekolah, tetapi juga pemberdayaan masyarakat marjinal.
"Pembangunan tidak hanya soal fisik seperti jalan dan sekolah, tetapi juga pemberdayaan masyarakat marjinal. Dengan pilar penataan manajemen, peningkatan keahlian SDM, dan pembiayaan berkelanjutan, kami yakin UMKM Batam siap bersaing dan memanfaatkan peluang pasar dari jutaan wisatawan yang berkunjung ke daerah kita," pungkasnya.
Rangkaian acara juga diisi penyerahan simbolis bantuan CSR Program Kemitraan BRK Syariah dan Pemko Batam. Bantuan ditujukan untuk rehabilitasi dan revitalisasi 20 SDN dan 3 SMPN di Kota Batam.
Branch Manager BRKS Batam Arifan Dinata menyerahkan bantuan tersebut kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan. Acara turut dirangkai dengan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pelaku UMKM dan kunjungan ke stand bazar produk UMKM lokal.
Sesi workshop menghadirkan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Batam Salim yang memaparkan kebijakan dukungan Pemko Batam. Erlina, pemilik Tenun Tampuk Manggis, turut berbagi pengalaman membentuk mindset bisnis dan mental usaha tahan banting kepada para peserta.