KEPULAUAN RIAU — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat pada perdagangan Kamis (22/10), ditopang fase technical rebound setelah memantul dari support Fibonacci. Namun ketidakpastian reklasifikasi Indonesia oleh MSCI masih membayangi kepercayaan investor dan arus modal asing.
Paragraf pembuka: Tim riset BRI Danareksa Sekuritas menilai IHSG berada dalam fase technical rebound, dengan level resistance terdekat di 5.350–5.400. Area itu perlu ditembus untuk memperkuat momentum pemulihan indeks.
Meski begitu, indikator MACD masih berada di zona negatif dengan garis MACD di bawah signal line. "Tekanan bearish belum sepenuhnya mereda," tulis Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas.
Di sisi bawah, support berada di 5.200 dan diikuti 5.100. Jika support kembali ditembus, risiko koreksi lanjutan perlu diwaspadai.
Rekomendasi Saham dari Dua Sekuritas
BRI Danareksa menjagokan PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Sementara Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta memilih PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO).
Nafan menjelaskan, pergerakan IHSG telah menyelesaikan bagian awal dari pola wave 5/(C)/Y. Indeks berhasil rebound bullish di tengah dominasi tekanan bearish.
Dari indikator teknikal, sinyal Stochastics KD dan RSI sama-sama menunjukkan tren positif, meski volume perdagangan mulai menurun.
Sinyal dari Rapat Dewan Gubernur BI
Perhatian investor juga tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang mempertahankan BI Rate di 5,75%. Keputusan itu diambil di tengah tekanan rupiah yang mendekati Rp 18.000 per dolar AS.
Suku bunga fasilitas simpanan disesuaikan menjadi 5,00% sebagai bagian dari bauran kebijakan bank sentral. Stabilitas suku bunga acuan ini menjadi salah satu faktor yang dicermati pelaku pasar.
Pidato Presiden dan Risiko Capital Outflow
Pasar mencermati pidato Presiden Prabowo untuk melihat arah kebijakan ekonomi dan investasi. Kejelasan kebijakan yang mendukung stabilitas pasar dapat memperkuat sentimen positif.
Namun risiko capital outflow dan ketidakpastian reklasifikasi MSCI masih berpotensi membatasi kenaikan IHSG. Dua faktor itu menjadi penghambat utama bagi masuknya dana asing ke pasar saham domestik.
Penutup: Kombinasi momentum teknikal yang membaik dan rekomendasi selektif dari analis memberi ruang bagi IHSG untuk menguat terbatas. Tanpa kepastian soal status MSCI, laju indeks kemungkinan tetap tertahan di kisaran resistance 5.350–5.400.