KEPULAUAN RIAU — Samsung memperluas fitur deteksi sleep apnea berbasis AI di Galaxy Watch dan Galaxy Ring dengan klasifikasi tiga tingkat keparahan: ringan, sesekali, dan sering. Fitur ini telah mendapat persetujuan Ministry of Food and Drug Safety (MFDS) Korea Selatan dan dijadwalkan meluncur November 2026 di Korea Selatan. Pengguna kini mendapat gambaran lebih detail soal gangguan pernapasan saat tidur, bukan sekadar hasil deteksi ada atau tidaknya indikasi.
Samsung menambahkan kemampuan analisis tingkat lanjut pada fitur pemantauan tidur di jajaran perangkat wearable-nya. Algoritma AI anyar di Galaxy Watch dan Galaxy Ring tidak lagi hanya mendeteksi indikasi sleep apnea, tetapi juga mengelompokkan frekuensi gangguan pernapasan ke dalam tiga kategori: ringan (mild), sesekali (occasional), dan sering (frequent).
Pendekatan ini menjawab keterbatasan fitur sebelumnya yang hanya memberi hasil biner. Pengguna disebut bakal mendapat konteks lebih kaya soal pola gangguan yang terjadi sepanjang malam, sehingga evaluasi tidur tidak berhenti pada status "terindikasi" atau "tidak terindikasi".
Algoritma AI menganalisis pola gangguan pernapasan selama pengguna tertidur. Sistem memantau frekuensi kejadian tersebut, lalu mengelompokkannya berdasarkan tingkat kemunculan sepanjang sesi tidur.
Untuk memperoleh hasil evaluasi, pengguna perlu mengenakan Galaxy Watch atau Galaxy Ring saat tidur minimal 5 jam, sebanyak dua kali dalam rentang 10 hari. Hasil pemantauan kemudian diakses lewat aplikasi Samsung Health Monitor.
Kebutuhan dua sesi tidur dalam 10 hari membuat pengguna tidak harus memantau setiap malam. Pendekatan sampling ini mempermudah pengguna yang sulit konsisten memakai wearable sepanjang malam.
Pada tahap awal, fitur deteksi sleep apnea berbasis AI tersedia untuk Galaxy Watch Ultra 2, Galaxy Watch 9 Series, dan Galaxy Ring. Samsung lantas memperluas dukungan ke Galaxy Watch 7 dan Galaxy Watch 8 Series melalui pembaruan software.
Kedua seri lawas itu wajib menjalankan Wear OS 7.0 atau versi lebih baru agar fitur berjalan. Syarat sistem operasi ini penting dicatat pengguna yang masih memakai versi Wear OS lebih lama.
Fitur ini sudah mengantongi persetujuan Ministry of Food and Drug Safety (MFDS) Korea Selatan. Peluncurannya dijadwalkan mulai November 2026 di Korea Selatan sebagai pasar pertama.
Samsung belum mengumumkan jadwal ketersediaan fitur ini di luar Korea Selatan, termasuk Indonesia. Pengguna Tanah Air yang memakai Galaxy Watch atau Galaxy Ring harus menunggu pengumuman resmi soal rollout regional.