BINTAN — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memulai pembangunan Dermaga 2 Pelabuhan RoRo Tanjunguban, Bintan, yang dirancang untuk melayani kapal hingga 1.000 Gross Tonnage (GRT). Dermaga sepanjang 119,48 meter ini juga dilengkapi movable bridge atau jembatan penghubung yang mampu menahan beban hingga 80 ton.
Proyek ini tidak berjalan sendiri. Secara bersamaan, ASDP juga meningkatkan kapasitas Dermaga 1 yang sudah ada menjadi 2.000 GRT melalui perpanjangan fasilitas sandar mencapai 200,90 meter. Groundbreaking proyek ditandai dengan pemasangan tiang pancang perdana oleh Direktur Utama ASDP Heru Widodo bersama Gubernur Kepri Ansar Ahmad pada Kamis (18/6/2026).
Target Operasi Akhir 2026 dan Nilai Proyek Rp133 Miliar
General Manager ASDP Cabang Batam Reno Yulianto menargetkan seluruh infrastruktur ini beroperasi optimal pada akhir tahun 2026. Proyek ini merupakan satu paket pekerjaan dengan rehabilitasi Pelabuhan RoRo Telaga Punggur di Batam, dengan nilai investasi mencapai Rp133 miliar.
Heru Widodo menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan langkah strategis untuk menjawab pertumbuhan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di wilayah kepulauan. “Pembangunan ini menjadi langkah strategis untuk menjawab pertumbuhan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik barang di wilayah kepulauan,” ujarnya.
Trafik Tinggi di Rute Tersibuk Jadi Alasan Percepatan
Data ASDP mencatat sepanjang Januari hingga Mei 2026, Pelabuhan Tanjunguban telah melayani 301.221 penumpang dan 131.684 kendaraan. Tingginya trafik pada rute Tanjunguban–Telaga Punggur inilah yang mendorong ASDP menggesa pengembangan pelabuhan.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengapresiasi langkah cepat ASDP. Ia menyebut infrastruktur ini merupakan solusi permanen yang dinanti masyarakat. “Alhamdulillah, ini merupakan solusi permanen bagi masyarakat. Semoga pembangunan dermaganya selesai tepat waktu,” imbuhnya.
Ansar juga optimistis kelancaran arus transportasi laut akan mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara ke Bintan dan Batam, yang pada akhirnya menghasilkan devisa bagi daerah.