Pencarian

OJK Kepri Integrasikan Nilai Budaya Melayu dan Gurindam Raja Ali Haji dalam Program Literasi Keuangan Masyarakat

Selasa, 28 Juli 2026 • 07:43:14 WIB
OJK Kepri Integrasikan Nilai Budaya Melayu dan Gurindam Raja Ali Haji dalam Program Literasi Keuangan Masyarakat
OJK Kepri menyerahkan 17 seri buku literasi keuangan kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepri untuk berbagai segmen masyarakat.

BATAM — OJK Kepri meyakini pendekatan berbasis budaya lokal lebih efektif menjangkau masyarakat dibandingkan metode konvensional. Asisten Direktur Bagian Pelindungan Konsumen OJK Kepri, Muhammad Lutfi, mengatakan setiap program literasi keuangan yang dijalankan pihaknya diupayakan selaras dengan akar budaya masyarakat setempat.

"Di Kepri kita sama-sama tahu bahwa budaya Melayu merupakan akar budaya masyarakat. Karena itu, program-program literasi keuangan juga kami integrasikan dengan kearifan lokal yang ada," kata Lutfi di Batam, Senin.

Nilai Gurindam Dua Belas untuk Perencanaan Keuangan Modern

Salah satu upaya konkret dilakukan melalui kegiatan Training of Trainers bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kepri. Kegiatan itu mengangkat tema konsep keuangan dalam pemikiran Raja Ali Haji.

Menurut Lutfi, meskipun Gurindam Dua Belas tidak secara langsung membahas pengelolaan keuangan modern, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sangat relevan. "Dalam Gurindam Dua Belas terdapat nilai mengenai tanggung jawab, kejujuran, keseimbangan, hingga perencanaan masa depan. Nilai-nilai itu selaras dengan konsep pengelolaan keuangan yang baik," ujarnya.

Lutfi mencontohkan, nilai-nilai tersebut bisa diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari seperti merencanakan kebutuhan keluarga, mempersiapkan biaya pendidikan anak, hingga bertanggung jawab saat mengajukan pembiayaan atau kredit ke lembaga jasa keuangan. Integritas menjadi pondasi penting karena berkaitan langsung dengan tanggung jawab seseorang terhadap setiap keputusan finansial yang diambil.

17 Seri Buku Literasi Diserahkan ke Perpustakaan Daerah

Selain pelatihan, OJK Kepri juga menyerahkan 17 seri buku literasi keuangan kepada DPK Provinsi Kepri. Buku-buku tersebut disusun untuk berbagai segmen masyarakat, mulai dari anak usia sekolah, remaja, ibu rumah tangga, pelaku UMKM, hingga penyandang disabilitas.

"Buku literasi keuangan ini disusun untuk berbagai kelompok masyarakat. Mulai dari anak usia sekolah, remaja, ibu rumah tangga, UMKM ataupun disabilitas, ada untuk banyak segmen masyarakat," kata dia.

Buku-buku itu kini dapat diakses di Perpustakaan Yusuf Al-Ahmadi Kota Tanjungpinang. Pengunjung bisa menggunakan perangkat komputer yang tersedia untuk melacak lokasi buku di koleksi perpustakaan.

OJK Buka Ruang Kolaborasi Edukasi Keuangan Gratis

Lutfi menambahkan, OJK Kepri membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas, maupun lembaga pendidikan yang ingin menyelenggarakan kegiatan edukasi keuangan. Masyarakat yang membutuhkan narasumber atau ingin mengadakan pelatihan dapat menghubungi pihak OJK secara langsung.

"Masyarakat yang ingin berkolaborasi atau mengundang OJK sebagai narasumber dapat menghubungi kami. Seluruh layanan edukasi, literasi, pengaduan konsumen, hingga permintaan informasi yang kami berikan tidak dipungut biaya," katanya.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya OJK Kepri meningkatkan literasi keuangan masyarakat dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Pendekatan berbasis budaya lokal diharapkan mampu mendorong perubahan kebiasaan finansial masyarakat secara lebih berkelanjutan.

Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks