Pencarian

Revitalisasi Sistem Air Tawar di Tanjung Uban, Kepri, Jamin Pasokan Air Bersih untuk KRI di Perbatasan Natuna

Sabtu, 20 Juni 2026 • 19:13:31 WIB
Revitalisasi Sistem Air Tawar di Tanjung Uban, Kepri, Jamin Pasokan Air Bersih untuk KRI di Perbatasan Natuna
Revitalisasi sistem air tawar di Tanjung Uban ditargetkan hasilkan 12 m³ air bersih per jam untuk kebutuhan KRI.

TANJUNG UBAN — Kebutuhan dasar kapal perang di garda terdepan NKRI kini mendapat kepastian. Revitalisasi sistem air tawar di Kampung Jago, Fasharkan Mentigi, Tanjung Uban, ditargetkan mampu memproduksi air bersih hingga 12 m³ per jam. Kapasitas itu dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan air baku KRI yang tengah melaksanakan operasi di wilayah strategis Kepulauan Riau dan Perairan Natuna.

Dukungan Logistik untuk Operasi di Perbatasan

Selama ini, pasokan air bersih kerap menjadi kendala bagi KRI yang bersandar di Dermaga Tanjung Uban. Dengan adanya revitalisasi ini, kesiapan operasional unsur TNI AL di wilayah perbatasan diharapkan lebih optimal. Proyek tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan fasilitas pangkalan Fasharkan Mentigi.

Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) IV, Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko, saat meninjau langsung proyek tersebut menegaskan pentingnya jaminan logistik air bersih.

“Pelaksanaan Revitalisasi sistem air bersih ini menjamin ketersediaan pasokan untuk mendukung operasi yang bersifat strategis di wilayah perbatasan. Dengan logistik air yang layak di gunakan, unsur KRI dapat mempertahankan kesiapan tempur secara optimal tanpa terkendala kebutuhan dasar saat melaksanakan tugas di Perairan Natuna dan Kepulauan Riau. Ini adalah bentuk nyata dukungan Komando Kewilayahan terhadap unsur operasi di garda terdepan NKRI,” ujarnya.

Target: Kesiapan Tempur Tanpa Kendala Air Bersih

Revitalisasi yang dikerjakan dalam tahun anggaran 2026 ini menjadi solusi konkret untuk mengatasi keterbatasan pasokan air. Sasaran utamanya adalah memastikan prajurit TNI AL dapat fokus menjalankan tugas pengamanan wilayah perbatasan dan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia tanpa terganggu masalah logistik dasar.

Dengan berjalannya revitalisasi tersebut, dukungan terhadap unsur KRI yang beroperasi di beranda terdepan NKRI diharapkan menjadi lebih berkelanjutan dan optimal.

Bagikan
Sumber: koran-jakarta.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks