Pencarian

Riset: Harga Langganan Netflix, Disney+, dan Prime Video Kian Mendekati Batas Maksimal Pelanggan

Senin, 24 Agustus 2026 • 16:53:01 WIB
Riset: Harga Langganan Netflix, Disney+, dan Prime Video Kian Mendekati Batas Maksimal Pelanggan
Rata-rata kenaikan harga langganan layanan streaming global tercatat 1,67 dolar AS per bulan.

KEPULAUAN RIAU — Meski persentasenya menurun, secara nominal kenaikan bulanan justru tercatat lebih tinggi. Rata-rata kenaikan harga kini berada di angka 1,67 dolar AS per bulan, naik dari periode sebelumnya yang sebesar 1,54 dolar AS.

Temuan ini menjadi sinyal bahwa industri streaming global mulai mendekati titik jenuh. Konsumen dinilai semakin sulit menerima beban biaya berlangganan yang terus meningkat di tengah menjamurnya layanan sejenis.

Kesenjangan Harga Layanan Ber-Iklan dan Bebas Iklan Makin Lebar

Ampere Analysis menemukan pola menarik dalam strategi penetapan harga para raksasa streaming. Kenaikan harga untuk layanan tanpa iklan (ad-free) jauh lebih besar dibandingkan layanan yang didukung iklan (ad-supported), masing-masing 1,61 dolar AS berbanding 1,21 dolar AS.

Akibatnya, jarak harga antara dua jenis layanan tersebut semakin melebar. Kondisi ini dinilai sebagai strategi untuk mendorong pelanggan beralih ke paket yang lebih murah dengan konsekuensi menonton iklan.

"Seiring pasar streaming semakin matang dan kompetitif, kami meyakini tren ini mengindikasikan bahwa penyedia layanan semakin dekat dengan batas kemampuan konsumen untuk membayar," tulis Ampere Analysis dalam laporan terbarunya, dikutip dari Deadline.

Eropa Barat Alami Kenaikan Harga Tertinggi

Secara regional, Eropa Barat mencatatkan kenaikan harga rata-rata terbesar dalam tiga tahun terakhir, yakni 1,86 dolar AS atau setara 16 persen. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Amerika Utara yang mencatat kenaikan 1,79 dolar AS (15 persen) dan Eropa Tengah serta Timur yang naik 1,68 dolar AS (18 persen).

Di antara ketiga platform yang diteliti, strategi kenaikan harga Netflix disebut "relatif stabil". Sementara Disney+ menunjukkan pergeseran paling jelas menuju kenaikan yang lebih moderat. Amazon tercatat paling jarang menaikkan harga, yang menurut Ampere mencerminkan peran lebih luas dari langganan Prime dalam bisnis ritel perusahaan.

Iklan dan Pembatasan Berbagi Kata Sandi Jadi Andalan Baru

Penurunan laju kenaikan harga ini terjadi seiring upaya para penyedia layanan streaming mendiversifikasi sumber pendapatan. Iklan kini menjadi pemasukan yang semakin penting, mengurangi ketergantungan pada harga langganan semata.

Di sisi lain, kebijakan pembatasan berbagi kata sandi yang diterapkan Netflix dan diikuti platform lain memungkinkan perusahaan menghasilkan nilai lebih dari pelanggan yang sudah ada melalui penambahan slot anggota ekstra.

"Seiring bisnis streaming semakin matang, pertumbuhan pendapatan menjadi semakin tidak bergantung pada kenaikan harga," demikian kesimpulan riset tersebut. "Persaingan yang ketat juga membuat penyedia layanan semakin berhati-hati dalam memposisikan diri melawan kompetitor."

Bagi pengguna Indonesia, tren ini bisa menjadi kabar baik. Meski belum ada pernyataan resmi dari Netflix, Disney+, maupun Prime Video mengenai penyesuaian harga di pasar lokal, kecenderungan global untuk menahan laju kenaikan harga berpotensi berdampak pada kebijakan tarif di Asia Tenggara ke depannya.

Follow batamvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: deadline.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks