KEPULAUAN RIAU — Kabar baik datang dari blok migas Sanga Sanga di Kalimantan Timur. Dua sumur anyar yang dibor PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) sukses mencatatkan produksi awal yang melampaui ekspektasi, menandakan potensi besar struktur geologi di wilayah tersebut.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa hasil uji alir kedua sumur tersebut menunjukkan performa yang impresif. Aliran minyak dan gas bahkan keluar secara alami tanpa bantuan pompa, sebuah indikator tekanan reservoir yang sangat baik.
Produksi Sumur SEM-206 Tembus Dua Kali Lipat Target
Sumur pertama, SEM-206, yang mulai dibor pada 4 Juni 2026, menjadi bintang utama. Uji produksi yang dilakukan pada 19 Agustus 2026 menunjukkan laju alir awal mencapai 5,36 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) untuk gas dan 406 barel minyak per hari (BOPD).
Angka ini jauh melebihi target awal yang hanya 2,1 MMSCFD untuk gas dan 175 BOPD untuk minyak. Artinya, produksi minyak dan gas dari sumur ini masing-masing berada di atas 200 persen dari target yang ditetapkan.
"Dengan capaian tersebut, produksi minyak dan gas Sumur SEM-206 masing-masing berada di atas 200% dari target dan mengalir secara natural melalui open flow," ujar Djoko dalam keterangan resminya, Jumat (21/8).
Sumur yang terletak sekitar 27,5 kilometer timur laut Bandara Samarinda ini digarap menggunakan Rig EMR-01. Proses pengeboran hingga uji produksi rampung dalam 45 hari, dengan catatan keselamatan kerja mencapai 75.600 jam kerja aman.
SEM-207 Susul Sukses dengan Produksi Gas Hampir 4 Kali Target
Menyusul keberhasilan SEM-206, sumur kedua bernama SEM-207 juga menunjukkan hasil yang tak kalah mentereng. Ditajak pada 19 Juli 2026, sumur ini memproduksi 3,11 MMSCFD gas dan 96 BOPD minyak per 12 Agustus 2026.
Capaian tersebut berbanding terbalik dengan target yang hanya 0,8 MMSCFD untuk gas dan 40 BOPD untuk minyak. "Artinya, produksi gas mencapai hampir empat kali target, sementara produksi minyak mencapai lebih dari dua kali target. Aliran produksi juga berlangsung secara natural pada kondisi open flow," jelas Djoko.
Lokasi SEM-207 berada lebih dekat ke Kota Samarinda, yakni sekitar 16,2 kilometer timur laut bandara. Pengeboran yang menggunakan Rig BKY-02 ini berjalan sangat efisien, hanya memakan waktu 13 hari hingga tahap uji produksi selesai.
Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bagi industri hulu migas nasional. Dengan biaya yang telah dikeluarkan mencapai US$3,19 juta atau sekitar 78 persen dari rencana anggaran, kedua sumur ini terbukti memberikan nilai ekonomi yang menjanjikan.
Temuan ini sekaligus menegaskan bahwa struktur geologi di Semberah masih menyimpan cadangan hidrokarbon yang produktif. Ke depannya, keberhasilan ini diharapkan mampu mendongkrak produksi migas Kalimantan Timur dan berkontribusi pada ketahanan energi nasional.