NATUNA — Kedatangan personel kepolisian ke rumah ibadah menjadi bagian dari pendekatan humanis Polsek Bunguran Timur, Polres Natuna, untuk memperkuat hubungan dengan warga sekaligus menjaga keharmonisan antarumat beragama. Rombongan diterima jemaat Gereja GPDI Elshaddai yang tengah mengikuti ibadah Minggu.
Lima personel yang hadir adalah Panit Satreskrim Aipda Sotar M. Rumahorbo, Kapolsubsektor Bunguran Timur Laut Aipda Julius Prada Sijabat, Ba Satreskrim Brigpol Philips Candra Pasaribu, Bhabinkamtibmas Desa Cemaga Tengah Briptu Rinaldy Nicson Sihombing, serta Ba Satintelkam Briptu Andreas L. Gultom.
Ibadah Khidmat Sebelum Imbauan Kamtibmas
Kegiatan dibuka dengan ibadah Minggu yang berlangsung khidmat. Rangkaiannya meliputi doa pembukaan, pujian dan penyembahan, penyampaian firman Tuhan berdasarkan Titus 3:5, persembahan, doa berkat, hingga penutupan.
Usai ibadah, Aipda Julius Prada Sijabat memperkenalkan diri kepada jemaat. Ia lalu menyampaikan sejumlah imbauan kamtibmas, mulai dari ajakan menjaga persaudaraan hingga menghormati perbedaan keyakinan.
Menurut Julius, lingkungan yang aman dan damai tidak lahir begitu saja. Dibutuhkan kepedulian serta keterlibatan seluruh lapisan masyarakat untuk memeliharanya.
Waspadai Kabar Belum Pasti Kebenarannya
Selain soal toleransi, jemaat diingatkan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan. Warga diminta memperhatikan keamanan rumah dan lingkungan masing-masing.
Julius juga menyoroti derasnya arus informasi. Jemaat diminta lebih cermat menerima kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya, dan tidak terburu-buru menyebarkannya.
Informasi yang keliru, kata dia, berpotensi menimbulkan keresahan maupun memicu perpecahan. Setiap kabar sebaiknya diperiksa lebih dulu melalui sumber yang dapat dipercaya.
Lapor Cepat lewat Bhabinkamtibmas atau 110
Dalam kesempatan itu, jemaat diajak segera melaporkan bila menemukan tindak pidana, aktivitas mencurigakan, atau gangguan keamanan di sekitar lingkungan. Pelaporan bisa dilakukan melalui Bhabinkamtibmas atau layanan Kepolisian 110.
"Keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi juga membutuhkan peran serta seluruh masyarakat. Melalui komunikasi dan kerja sama yang baik, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan nyaman bagi semua," demikian pesan kamtibmas yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Program Minggu Kasih sendiri menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi, saran, maupun persoalan keamanan di lingkungan mereka. Kehadiran polisi di kegiatan keagamaan diharapkan menumbuhkan rasa aman sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Polsek Bunguran Timur menegaskan komitmennya terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial dan keagamaan. Seluruh elemen warga Kabupaten Natuna diajak berperan aktif menjaga persatuan dan situasi kamtibmas yang kondusif.