UMRAH Luncurkan 5 Pusat Studi Maritim Baru di Tanjungpinang

Penulis: Ridwan Azhari  •  Selasa, 05 Mei 2026 | 11:25:19 WIB
Peresmian lima pusat studi maritim baru UMRAH di Gedung Gurindam Ismeth Abdullah, Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG — Peresmian berlangsung di Gedung Gurindam Ismeth Abdullah, Dompak, sebagai bagian dari rangkaian UMRAH Nexus Expo 2026. Peluncuran ini menandai penguatan peran akademisi dalam mengelola ruang maritim di Kepulauan Riau melalui kajian yang lebih spesifik dan terukur.

Daftar 5 Pusat Studi dan Fasilitas Pelatihan Baru UMRAH

Lima pusat studi yang resmi beroperasi meliputi Pusat Studi Laut Natuna, Pusat Studi Mitigasi Bencana, SDGs Center, Pusat Studi Kepolisian, serta Pusat Kajian Perencanaan, Infrastruktur, dan Kewilayahan. Selain fasilitas riset tersebut, kampus ini juga membentuk Mangrove Information Training Center yang fokus pada pelatihan lingkungan pesisir.

Rektorat juga menghadirkan Maritime Industry and Technology Center (MITC). Unit ini diproyeksikan menjadi motor penggerak peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang menguasai teknologi industri maritim terkini.

Ketua TP PKK Kota Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni, memberikan apresiasi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, kehadiran pusat studi tersebut harus mampu memberikan solusi nyata bagi persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir.

“Ini menjadi langkah positif karena hasil kajian akademik diharapkan tidak hanya berhenti di kampus, tetapi bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di wilayah Kepulauan Riau, khususnya Kota Tanjungpinang,” ujar Weni.

Fokus pada Optimalisasi Rumput Laut dan Mangrove

Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, mengingatkan pentingnya kesiapan daerah dalam merespons perubahan zaman yang cepat. Penguatan SDM lokal harus berjalan beriringan dengan pemanfaatan potensi alam seperti terumbu karang, mangrove, hingga budidaya rumput laut.

“Kita harus mampu membaca arah perkembangan ke depan. Jika tidak dipersiapkan dengan baik, kita bisa tertinggal. Karena itu, kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan dunia usaha menjadi sangat penting,” kata Nyanyang.

Ia menegaskan bahwa sinergi kebijakan dan kualitas SDM adalah kunci ketahanan daerah. Melalui perhelatan expo ini, Pemerintah Provinsi Kepri mendorong wilayahnya menjadi laboratorium inovasi maritim terbaik di Indonesia.

Kolaborasi Riset dan Pendidikan dengan Polda Kepri

Agenda ini juga diisi dengan penandatanganan kerja sama antara Polda Kepulauan Riau dan UMRAH. Nota kesepahaman ditandatangani langsung oleh Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin, bersama Rektor UMRAH, Prof. Agung Dhamar Syakti.

Kemitraan ini mencakup ruang lingkup yang luas, mulai dari penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga penguatan pusat studi kepolisian yang baru saja diresmikan. Langkah ini diharapkan memperkuat aspek keamanan dan penegakan hukum di wilayah perairan.

Hadir dalam acara tersebut Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kepri Elfiani Sandri, jajaran Forkopimda, serta civitas akademika UMRAH. Seluruh pihak sepakat bahwa integrasi riset kampus dan kebijakan pemerintah akan mempercepat transformasi ekonomi biru di Kepulauan Riau.

Reporter: Ridwan Azhari
Back to top