BINTAN — Harapan warga Kelurahan Toapaya Asri untuk mendapatkan akses jalan yang terang pada malam hari dipastikan tertunda. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan menyatakan belum mampu mendanai pengadaan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang Jalan Tanjung Uban Lama karena kendala finansial daerah.
Kondisi jalur utama yang menghubungkan antarwilayah ini dilaporkan gelap gulita saat malam hari, sehingga memicu kekhawatiran masyarakat setempat. Selain mengganggu kenyamanan berkendara, minimnya cahaya di lokasi tersebut dinilai memperbesar peluang terjadinya kecelakaan lalu lintas serta aksi kriminalitas yang mengintai pengguna jalan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bintan, Insan Amin, mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran menjadi faktor utama mandeknya fasilitas publik tersebut. Saat ini, Pemkab Bintan sedang menerapkan kebijakan efisiensi anggaran yang cukup ketat di berbagai sektor pembangunan infrastruktur.
Insan menegaskan bahwa pihaknya telah memetakan kebutuhan PJU di area tersebut, namun eksekusi di lapangan terbentur oleh prioritas pendanaan daerah. Hal ini membuat rencana pemasangan lampu jalan baru tidak masuk dalam daftar realisasi belanja jangka pendek.
"Untuk saat ini, anggaran pengadaan PJU di area Jalan Uban Lama belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat, mengingat efisiensi anggaran yang tengah berlangsung," ujar Insan Amin, Selasa (5/5/2026).
Selain persoalan efisiensi, status administrasi Jalan Tanjung Uban Lama juga menjadi faktor krusial. Mengingat jalur tersebut berstatus sebagai jalan provinsi, kewenangan dan tanggung jawab pemeliharaannya berada di bawah kendali Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau.
Sebagai langkah solutif, Dinas Perhubungan Kabupaten Bintan mengeklaim telah melayangkan surat resmi kepada Pemprov Kepri. Surat tersebut berisi permohonan intervensi anggaran agar pemasangan lampu jalan di wilayah Toapaya Asri bisa segera ditangani melalui APBD Provinsi.
Langkah koordinasi lintas instansi ini diharapkan menjadi jalan keluar bagi kebuntuan anggaran di tingkat kabupaten. Masyarakat kini hanya bisa menunggu respons dari pihak provinsi untuk memastikan apakah aspek keselamatan di jalur tersebut akan menjadi prioritas pembangunan tahun ini.
Hingga berita ini diturunkan, warga Toapaya Asri masih harus melintasi jalur gelap tersebut dengan ekstra waspada. Tanpa kepastian jadwal pemasangan dari pemerintah provinsi, risiko keselamatan bagi pengendara di Jalan Tanjung Uban Lama diprediksi akan terus membayangi setiap malam.