Google Fitbit Air Resmi Meluncur Tanpa Layar Seharga Rp 1,6 Juta

Penulis: Ridwan Azhari  •  Kamis, 07 Mei 2026 | 22:46:01 WIB
Google meluncurkan Fitbit Air, wearable tanpa layar dengan bobot hanya 5 gram.

Google resmi merilis Fitbit Air, perangkat wearable tanpa layar seharga 100 dolar AS atau sekitar Rp 1,6 juta yang fokus pada kenyamanan penggunaan 24 jam. Langkah ini menandai pergeseran strategi Google dalam menyasar segmen pengguna yang menginginkan pemantauan kesehatan intensif tanpa gangguan notifikasi layar. Perangkat ringkas ini dijadwalkan mulai tersedia di pasar global pada 26 Mei mendatang.

Google memperkenalkan Fitbit Air sebagai jawaban bagi pengguna yang merasa jam tangan pintar konvensional terlalu besar, rumit, atau mahal. Melalui pengumuman resmi pada Kamis waktu setempat, raksasa teknologi ini menekankan filosofi "live in the moment" dengan menghilangkan layar sepenuhnya dari perangkat. Strategi ini menempatkan Fitbit Air sebagai pesaing langsung bagi Whoop yang lebih dulu mempopulerkan tren screenless wearable.

Desain Ringkas dengan Bobot Hanya 5 Gram

Fitbit Air mengusung dimensi yang jauh lebih ramping dibandingkan pendahulunya. Perangkat ini tercatat 25 persen lebih kecil daripada Fitbit Luxe dan 50 persen lebih mungil dibandingkan Inspire 3. Tanpa strap, bobot intinya hanya menyentuh 5,2 gram, sementara total berat saat dikenakan dengan band hanya mencapai 12 gram.

Ukurannya yang sangat ringan dirancang agar pengguna hampir tidak merasakan keberadaan perangkat di pergelangan tangan saat tidur atau berolahraga. Google menyediakan tiga jenis strap berbeda, mulai dari Performance Loop Band dari bahan daur ulang, Active Band yang tahan air, hingga Elevated Modern Band untuk tampilan lebih formal. Perangkat ini juga memiliki ketahanan air hingga kedalaman 50 meter.

Sensor Medis Lengkap dalam Ukuran Mini

Meski ukurannya menyusut drastis, Google tidak memangkas sensor kesehatan utama yang menjadi kekuatan lini Fitbit. Pengguna tetap mendapatkan akses ke pemantauan detak jantung 24/7 dan pelacakan aktivitas otomatis untuk berbagai jenis olahraga. Perangkat ini akan mempelajari kebiasaan pengguna seiring waktu untuk memberikan data yang lebih personal.

Fitur pemantauan kesehatan tingkat lanjut yang dibenamkan meliputi:

  • Pemantauan ritme jantung dengan peringatan AFib (atrial fibrilasi).
  • Sensor saturasi oksigen darah (SpO2).
  • Pelacakan variabilitas detak jantung (HRV) dan detak jantung istirahat.
  • Analisis tahapan dan durasi tidur secara mendalam.

Integrasi Gemini AI dan Ekosistem Google Health

Bersamaan dengan peluncuran perangkat ini, Google melakukan rebranding aplikasi Fitbit menjadi Google Health. Di dalam aplikasi ini, pelanggan layanan premium dapat mengakses Google Health Coach. Fitur asisten kesehatan ini ditenagai oleh Gemini, model kecerdasan buatan (AI) milik Google yang berfungsi sebagai pelatih kebugaran dan penasihat kesehatan pribadi.

Google Health Coach mampu menganalisis pola tidur pengguna dan menyusun rutinitas latihan fisik khusus berdasarkan tujuan serta peralatan yang tersedia. Bagi pengguna yang sudah memiliki Pixel Watch, Fitbit Air dapat berfungsi sebagai perangkat pendamping. Pengguna bisa memakai Pixel Watch saat beraktivitas siang hari dan beralih ke Fitbit Air yang lebih nyaman saat tidur tanpa kehilangan kontinuitas data.

Daya Tahan Baterai dan Ketersediaan

Efisiensi daya menjadi keunggulan lain dari absennya layar. Fitbit Air diklaim mampu bertahan hingga satu pekan dalam satu kali pengisian daya penuh. Teknologi pengisian cepatnya juga cukup impresif, di mana pengisian selama lima menit sudah mampu memberikan daya tahan untuk penggunaan sepanjang hari.

Google telah membuka keran pemesanan (pre-order) untuk Fitbit Air mulai sekarang. Perangkat ini akan dijual secara resmi di pasar pada 26 Mei. Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi mengenai tanggal peluncuran dan harga ritel spesifik untuk pasar Indonesia.

Reporter: Ridwan Azhari
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top