Google Resmi Luncurkan Gemini Omni, Model AI yang Bisa Ciptakan Video dari Teks, Gambar, hingga Audio

Penulis: Ridwan Azhari  •  Rabu, 20 Mei 2026 | 04:54:01 WIB
Google meluncurkan Gemini Omni, AI yang mampu membuat dan mengedit video dari teks, gambar, audio, dan video secara bersamaan.

KEPULAUAN RIAU — Dalam gelaran Google I/O 2026 yang juga diwarnai pengumuman Gemini 3.5 dan asisten pribadi Gemini Spark, perusahaan menempatkan Gemini Omni sebagai lompatan signifikan dari pendahulunya, Veo 3.1 maupun model eksperimental Nano Banana. Tidak seperti model video generatif sebelumnya yang hanya menerima satu jenis input, Omni dirancang untuk menggabungkan gambar, audio, video, dan teks secara simultan untuk menciptakan video baru atau menyunting footage yang sudah ada.

Bukan Sekadar Editor Video Biasa: Menambahkan Karakter dan Mengubah Realitas

Kemampuan paling mencolok dari Gemini Omni terletak pada fleksibilitas editnya. Pengguna dapat merekam video, lalu memerintahkan AI untuk menambahkan "karakter atau objek baru" ke dalam adegan, atau bahkan mengubah "sebuah momen menjadi sesuatu yang tidak terduga." Ini melampaui fitur penyuntingan tradisional yang hanya memotong atau menyesuaikan warna.

Google mendemonstrasikan bahwa Omni dapat memahami gravitasi, dinamika fluida, dan energi kinetik secara lebih baik. Hasilnya, video yang dihasilkan diharapkan memiliki realisme fisik yang lebih meyakinkan—meski masih harus dibuktikan apakah AI ini benar-benar telah keluar dari "lembah luar biasa" (uncanny valley) yang kerap menghantui konten video sintetis.

SynthID Jadi Tanda Air Wajib untuk Setiap Konten Buatan AI

Untuk mengantisipasi potensi penyalahgunaan, Google membubuhkan SynthID, watermark digital buatannya, pada semua konten yang lahir dari Gemini Omni. Langkah ini menjadi standar baru bagi perusahaan dalam memberi label transparan bahwa sebuah video merupakan hasil generasi atau modifikasi AI.

Meski demikian, Google belum memberikan jaminan penuh bahwa kualitas video Omni Flash akan konsisten di tangan pengguna biasa. Demo singkat yang diperlihatkan saat keynote memang impresif, tetapi belum ada contoh konkret bagaimana performa model ini dalam skenario dunia nyata—terutama untuk pengguna non-profesional.

Siapa yang Bisa Mengakses dan Kapan?

Gemini Omni Flash saat ini hanya tersedia untuk pelanggan paket Google AI Plus, Pro, dan Ultra di seluruh dunia. Integrasi ke YouTube Shorts dan aplikasi YouTube Create dijadwalkan bergulir akhir pekan ini. Untuk pengguna Indonesia yang sudah berlangganan layanan AI premium Google, fitur ini bisa langsung dicoba melalui aplikasi Gemini.

Belum ada informasi apakah Google berencana menghadirkan versi gratis atau terbatas dari Omni Flash di kemudian hari. Yang jelas, dengan langkah ini, Google menempatkan diri dalam persaingan ketat melawan model generasi video dari pesaing seperti OpenAI (Sora) dan Meta, yang juga terus memperbarui kemampuan multimodal mereka.

Reporter: Ridwan Azhari
Sumber: xda-developers.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top