Pajak Lampu Jalan Rp 1,7 Miliar per Bulan Dikembalikan ke Masyarakat, Pemkab Karimun Genjot Pemasangan PJU

Penulis: Ridwan Azhari  •  Rabu, 20 Mei 2026 | 17:19:13 WIB
Bupati Karimun tinjau langsung pemasangan PJU di ruas jalan utama.

KARIMUN — Bupati Karimun, Iskandarsyah, memastikan bahwa uang pajak yang dibayarkan warga untuk penerangan jalan benar-benar kembali dalam bentuk layanan. Ia meninjau langsung pemasangan PJU di sejumlah ruas jalan poros utama pada Selasa (19/5/2026) dini hari. Peninjauan dilakukan setelah pemda menerima laporan bahwa proses pemasangan lampu telah berjalan di titik-titik strategis.

Anggaran Perawatan Selama Ini Terlalu Kecil

Menurut Iskandarsyah, selama ini porsi anggaran pemeliharaan lampu jalan dinilai masih minim jika dibandingkan dengan pendapatan pajak yang masuk setiap bulan. Dari total penerimaan sekitar Rp 1,7 miliar, pemerintah daerah harus membayar kewajiban listrik ke PLN sebesar Rp 700 hingga Rp 800 juta.

“Sekarang saatnya porsi anggaran lampu kita besarkan. Uangnya kita kembalikan lagi untuk memberikan pelayanan fasilitas kepada masyarakat,” tegas Iskandarsyah dalam keterangan yang diterima, Rabu (20/5/2026).

Sisa Anggaran Rp 600-700 Juta Bakal Dimaksimalkan

Setelah membayar listrik, masih tersisa anggaran sekitar Rp 600 hingga Rp 700 juta setiap bulan. Dana inilah yang akan dialokasikan untuk pemasangan baru, perawatan, dan evaluasi PJU. Bupati menyebut jumlah pemasangan lampu pada tahun ini jauh lebih banyak dibandingkan tahun 2025.

“Karena masyarakat membayar pajak lampu jalan, maka pendapatan dari sana memang harus dikembalikan untuk pemasangan, perawatan, dan evaluasi lampu penerangan umum,” jelasnya.

Lampu LED Dipilih, Biaya Listrik Bisa Turun 40 Persen

Pemkab Karimun memutuskan menggunakan lampu LED untuk seluruh PJU baru. Langkah ini dinilai lebih hemat 30 hingga 40 persen dibandingkan lampu konvensional. Iskandarsyah memperkirakan, dengan efisiensi ini, tagihan listrik bulanan bisa turun drastis menjadi Rp 400 hingga Rp 500 juta saja.

Pemerintah tidak hanya fokus di daratan utama. Pemasangan penerangan jalan secara bertahap akan menjangkau seluruh wilayah, termasuk kawasan pulau-pulau. Untuk daerah kepulauan, pemda mengusulkan bantuan ke pemerintah pusat berupa lampu penerangan berbasis tenaga surya.

Warga Bisa Lapor Rusak Lewat Sistem Digital

Untuk mempercepat perbaikan lampu yang mati atau rusak, Pemkab Karimun tengah menyiapkan sistem pelaporan digital. Masyarakat nantinya bisa melaporkan kerusakan secara langsung melalui platform tersebut, sehingga petugas bisa segera turun ke lapangan.

Dengan peningkatan pemasangan dan pemeliharaan ini, pemerintah daerah berharap keamanan dan kenyamanan warga saat berkendara di malam hari meningkat. Minimnya penerangan selama ini dianggap sebagai salah satu faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas di wilayah Karimun. (Zpl)

Reporter: Ridwan Azhari
Sumber: gotvnews.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top