KEPULAUAN RIAU — Pada perdagangan Jumat (23/5) pagi, rupiah dibuka di posisi Rp17.700 per dolar AS. Mata uang Garuda kehilangan 0,18 persen nilainya dibandingkan perdagangan sebelumnya, menambah daftar panjang tekanan terhadap kurs di kawasan Asia.
Di antara mata uang Asia, rupiah mencatat pelemahan paling dalam bersama won Korea Selatan yang terdepresiasi 0,16 persen. Ringgit Malaysia turun 0,04 persen, dolar Singapura melemah 0,05 persen, dan yen Jepang terkoreksi 0,06 persen. Dolar Hong Kong juga turun tipis 0,01 persen.
Sebaliknya, yuan China dan peso Filipina masih mampu mencatatkan penguatan tipis. Yuan naik 0,05 persen, sementara peso Filipina menguat 0,09 persen terhadap dolar AS.
Tekanan terhadap rupiah tidak hanya datang dari faktor domestik. Mata uang utama negara maju juga kompak berada di zona merah. Euro Eropa melemah 0,05 persen, poundsterling Inggris turun 0,04 persen, dan dolar Australia terkoreksi 0,06 persen. Dolar Kanada dan franc Swiss masing-masing turun 0,08 persen dan 0,03 persen.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pergerakan rupiah hari ini diperkirakan akan cenderung konsolidatif. Sebab, pelaku pasar masih menunggu data ekonomi dan perkembangan geopolitik yang belum jelas arahnya.
"Rupiah diperkirakan berkonsolidasi terhadap dolar AS. Investor wait and see rilis data neraca transaksi berjalan kuartal I Indonesia," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Data neraca transaksi berjalan menjadi indikator penting untuk menilai ketahanan eksternal Indonesia. Surplus atau defisit yang lebih lebar dari ekspektasi bisa memicu pergerakan rupiah yang lebih volatil dalam beberapa hari ke depan.
Selain data domestik, investor juga masih mengantisipasi respons Iran terhadap proposal terbaru Amerika Serikat. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kerap mendorong penguatan dolar AS sebagai aset safe haven, yang berimbas langsung pada tekanan terhadap rupiah dan mata uang emerging market lainnya.
Lukman memperkirakan pergerakan rupiah hari ini akan berada dalam rentang Rp17.600 hingga Rp17.750 per dolar AS. Level Rp17.700 menjadi support psikologis yang krusial. Jika tembus ke bawah, bukan tidak mungkin rupiah kembali menguji level terendah sebelumnya.
Investasi mengandung risiko. Pelaku pasar disarankan mencermati jadwal rilis data ekonomi pekan depan serta perkembangan negosiasi AS-Iran yang bisa menjadi katalis pergerakan dolar global.