Pencarian

Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura Dorong Perluasan Koperasi Desa hingga ke Pulau Terluar, Buka 1.061 KDKMP Secara Virtual dari Batam

Senin, 18 Mei 2026 • 11:43:01 WIB
Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura Dorong Perluasan Koperasi Desa hingga ke Pulau Terluar, Buka 1.061 KDKMP Secara Virtual dari Batam
Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura membuka peluncuran 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara virtual dari Batam.

BATAM — Peluncuran 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Timur dan Jawa Tengah oleh Presiden pada Sabtu (16/5/2026) diikuti langsung oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura. Acara yang berlangsung di Pasar Hang Tuah, Batu Besar, Kota Batam ini dihadiri jajaran Forkopimda dan pejabat vertikal setempat.

Dalam sambutannya, Nyanyang menyebut program ini bukan sekadar agenda Jawa sentris. “Esensi dari pemerataan pembangunan ini gaungnya sampai ke beranda terdepan NKRI, Bumi Segantang Lada, Kepulauan Riau,” ujarnya.

Kepri: 96 Persen Laut, 2.408 Pulau, dan 22 Pulau Terluar

Provinsi Kepulauan Riau memiliki komposisi geografis yang unik: 96 persen wilayah berupa lautan dan hanya 4 persen daratan. Dari total 2.408 pulau yang tersebar, 22 di antaranya merupakan pulau kecil terluar yang berbatasan langsung dengan Singapura, Malaysia, dan Vietnam.

Kondisi ini, menurut Nyanyang, menghadirkan persoalan mendasar yang tidak bisa disamakan dengan daerah lain. Kesenjangan infrastruktur antar-pulau akibat biaya logistik dan transportasi laut yang tinggi menjadi hambatan utama. Selain itu, keterbatasan akses digital dan jaringan komunikasi di wilayah perbatasan masih menjadi titik blank spot yang menghambat akselerasi digitalisasi desa.

Harapan Penguatan Jaringan Satelit untuk Desa Digital

“Masih terdapat titik-titik blank spot di wilayah perbatasan yang menghambat akselerasi digitalisasi desa dan kampung. Kami berharap adanya penguatan jaringan internet satelit untuk mendukung desa digital di wilayah kepulauan,” kata Nyanyang.

Ia menambahkan, sektor perikanan juga perlu dioptimalkan melalui modernisasi teknologi dan penguatan sarana pendukung bagi nelayan tradisional. Pendekatan berbasis karakteristik kemaritiman, menurutnya, menjadi kunci agar program KDKMP bisa efektif di Kepri.

Ekonomi Tumbuh 6,94 Persen, IPM Tembus 80,53

Di tengah tantangan geografis, Nyanyang memaparkan sejumlah capaian makro pembangunan daerah. Pertumbuhan ekonomi Kepri tahun 2025 tercatat sebesar 6,94 persen—tertinggi di Sumatera dan peringkat ketiga nasional setelah Maluku Utara dan Sulawesi Tengah.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri juga meningkat dari 79,89 pada 2024 menjadi 80,53 pada 2025. Angka ini menempatkan Kepri sebagai provinsi dengan IPM tertinggi di Sumatera dan peringkat ketiga nasional. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun dari 6,89 persen pada Februari 2025 menjadi 6,35 persen pada November 2025.

Kepri Siap Jadi Laboratorium Program Nasional Berbasis Maritim

Melihat keberhasilan peluncuran 1.061 KDKMP di Jawa Timur dan Jawa Tengah, Nyanyang berharap program serupa dapat diperluas hingga menyentuh wilayah kepulauan dan perbatasan di Kepri. “Kepulauan Riau siap menjadi mitra strategis dan laboratorium hidup bagi berbagai program nasional berbasis kemaritiman dan kawasan perbatasan,” tegasnya.

Atas nama Pemprov Kepri, ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden dan pemerintah pusat atas program yang dinilai mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa dan kelurahan.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan, Kapolda Kepri Asep Safrudin, Pangkoarmada I yang diwakili Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko, Danrem 033/Wira Pratama Bambang Herqutanto, Kabinda Kepri Bonar Panjaitan, Wali Kota Batam Amsakar Achmad, serta para camat dan lurah se-Kecamatan Nongsa.

Bagikan
Sumber: bursakota.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks