TANJUNGPINANG — Penunjukan Kepri sebagai tuan rumah Hari Anak Nasional 2026 diumumkan dalam rapat koordinasi persiapan yang digelar di Batam, pekan lalu. Pemprov Kepri bersama Pemkot Tanjungpinang langsung bergerak menyusun konsep acara yang mengusung tema kebudayaan dan permainan tradisional.
Konsep "Main Raya Anak Nusantara" akan menjadi daya tarik utama perayaan tersebut. Acara ini dirancang untuk menghadirkan puluhan jenis permainan tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, bukan sekadar seremonial belaka.
Mengapa "Main Raya Anak Nusantara" Dipilih?
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kepri, seorang pejabat daerah yang enggan disebutkan namanya, menjelaskan bahwa konsep ini sengaja dipilih untuk melawan dominasi gawai di kalangan anak-anak. "Kami ingin anak-anak kembali mengenal dan memainkan permainan tradisional seperti egrang, gasing, dan congklak," ujarnya dalam keterangan pers.
Pemilihan Tanjungpinang sebagai lokasi utama juga mempertimbangkan aspek historis kota tersebut sebagai pusat kebudayaan Melayu. Rangkaian acara direncanakan berlangsung di sejumlah titik ikonik seperti Tepi Laut dan kawasan Kota Lama.
Anggaran dan Target Peserta: Berapa Besar Skalanya?
Pemprov Kepri mengalokasikan anggaran awal sebesar Rp 15 miliar untuk persiapan dan pelaksanaan HAN 2026. Dana tersebut bersumber dari APBD Provinsi Kepri dan APBD Kota Tanjungpinang, dengan rincian untuk infrastruktur panggung, akomodasi peserta, serta logistik acara.
Target peserta yang dibidik mencapai 5.000 anak dari 38 provinsi. Setiap provinsi akan mengirimkan perwakilan anak-anak berprestasi dan pegiat permainan tradisional untuk berpartisipasi dalam festival.
Fakta Singkat Persiapan HAN 2026 di Kepri:
- Lokasi: Kota Tanjungpinang sebagai pusat acara utama.
- Konsep: "Main Raya Anak Nusantara" dengan fokus pada permainan tradisional.
- Anggaran: Rp 15 miliar dari APBD Provinsi dan Kota Tanjungpinang.
- Target Peserta: 5.000 anak dari 38 provinsi di Indonesia.
Apa Langkah Selanjutnya?
Pemprov Kepri telah membentuk tim percepatan persiapan yang terdiri dari unsur dinas pariwisata, pendidikan, dan kebudayaan. Sosialisasi ke sekolah-sekolah di Kepri akan dimulai pada awal 2025 untuk menjaring anak-anak yang akan menjadi duta permainan tradisional.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menargetkan seluruh infrastruktur penunjang, termasuk venue utama, rampung pada Juni 2026. "Kami ingin Tanjungpinang tidak hanya menjadi tuan rumah, tapi juga meninggalkan warisan berupa taman bermain tradisional permanen," katanya dalam rapat koordinasi di Batam.