ANAMBAS — Kapolsek Jemaja, Iptu Sutomo, memimpin langsung penanaman jagung di lahan milik petani bernama Janak. Lahan seluas 5.000 meter persegi itu menjadi titik awal program ketahanan pangan Polsek Jemaja pada kuartal II tahun 2026.
Bibit Terbatas, Lahan Berbukit Jadi Tantangan
Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Anambas telah menyalurkan bantuan bibit jagung sebanyak lima kilogram melalui Polres. Jumlah itu didistribusikan ke seluruh Polsek di wilayah tersebut.
Namun, pelaksanaan di lapangan masih menghadapi kendala geografis. “Beberapa titik memiliki kendala ketersediaan air untuk penyiraman tanaman, seperti di wilayah Batu Berapit,” ujar Sutomo. Ia menambahkan, pihaknya akan mengevaluasi lokasi yang benar-benar layak tanam bersama pemerintah desa.
Hasil evaluasi itu akan dilaporkan secara berjenjang ke Polres, Polda, hingga Mabes Polri sebagai bahan pengembangan program.
Polri sebagai Pendamping, Bukan Pengelola Lahan
Sutomo menegaskan, tidak ada anggaran khusus dari Polri untuk program ini. “Apabila desa memiliki program ketahanan pangan melalui BUMDes dengan komoditas jagung, maka kami siap mendampingi,” katanya.
Peran Polsek Jemaja lebih kepada pendampingan dan pengawalan, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pengendalian hama, hingga proses panen. Lahan yang digunakan sepenuhnya milik kelompok tani.