Pencarian

Menteri PU Temukan Enam Unit Huntara di Tegal Retak Akibat Tanah Kembali Bergerak

Senin, 08 Juni 2026 • 20:47:31 WIB
Menteri PU Temukan Enam Unit Huntara di Tegal Retak Akibat Tanah Kembali Bergerak
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau enam unit huntara retak akibat pergerakan tanah di Tegal.

KEPULAUAN RIAU — Menteri PU Dody Hanggodo menemukan langsung kondisi tersebut saat meninjau lokasi pada Sabtu, 6 Juni 2026. Dalam keterangan tertulis yang diterbitkan Senin (8/6), ia menyebutkan masih ada titik-titik tanah yang belum sepenuhnya stabil di kawasan huntara. "Di bagian ujung, tanahnya goyang lagi. Jadi, masih ada beberapa tempat yang tanahnya belum stabil. Sehingga bangunannya agak retak," kata Dody.

456 KK Terdampak, Enam Unit Alami Kerusakan Struktural

Kawasan huntara di Desa Padasari saat ini menampung 456 kepala keluarga yang tersebar di 38 blok. Masing-masing blok berisi 12 unit rumah sementara. Enam unit di antaranya mengalami keretakan akibat pergerakan tanah susulan di ujung area permukiman darurat tersebut.

Kementerian PU memastikan proses perbaikan segera dilakukan. Dody menyebutkan saat ini huntara masih dalam tahap provisional hand over (PHO) atau masa pemeliharaan. "Perbaikan diperkirakan rampung dalam dua hari ke depan, sehingga warga dapat kembali menempati hunian tersebut dengan aman dan nyaman," ujarnya.

Fasilitas Pendukung dan Tantangan Mitigasi Pascabencana

Selain tempat tinggal, kawasan huntara dilengkapi jaringan listrik, pasokan air bersih, masjid, balai warga, pos kesehatan, dan lapangan mini soccer. Fasilitas itu disiapkan untuk mendukung aktivitas sosial masyarakat selama masa pemulihan pascabencana tanah bergerak yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Temuan retakan akibat tanah yang kembali bergerak menjadi pengingat bahwa penanganan bencana tidak berhenti setelah hunian selesai dibangun. Dody menegaskan pemerintah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus memastikan faktor keselamatan jangka panjang. "Kami akan terus melakukan evaluasi dan kajian teknis terhadap kondisi tanah di lokasi hunian guna mengantisipasi risiko pergerakan tanah susulan," katanya.

Kementerian PU menargetkan seluruh unit yang rusak dapat kembali dihuni dalam waktu dekat. Stabilitas lahan dan mitigasi risiko tetap menjadi perhatian utama agar warga terdampak dapat tinggal dengan aman di hunian yang telah disediakan negara.

Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks