NATUNA — Perum Bulog Cabang Natuna memastikan pasokan minyak goreng bermerek Minyakita kemasan satu liter tersedia di lima titik di Pasar Rakyat Ranai. Stok yang saat ini mencapai 420 liter dijual dengan harga Rp15.700 per liter, sesuai ketentuan HET yang ditetapkan pemerintah.
Mengapa Penyaluran Baru Difokuskan di Lima Toko?
Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna Pencius Siburian mengatakan, meski pihaknya memiliki 58 toko dan kios mitra, penyaluran minyak goreng tahap awal hanya dipusatkan di lima titik. Hal ini disebabkan ketersediaan stok yang masih terbatas.
Kelima toko tersebut merupakan bagian dari sistem pemantauan pasar dan kebutuhan pokok (SP2KP). "Stok minyak goreng saat ini sebanyak 420 liter dan kami fokus menyalurkannya di titik SP2KP," kata Pencius, Rabu.
Harga di Bawah HET Berkat Skema DMO
Minyak goreng yang disalurkan Bulog bisa dijual tidak melebihi HET karena mendapat subsidi melalui skema Domestic Market Obligation (DMO). Menurut Pencius, produk serupa dengan merek Minyakita sebenarnya sudah banyak beredar di Natuna, namun dengan harga yang bervariasi dan kerap melampaui HET.
"Kami mengimbau masyarakat memanfaatkan kesempatan ini dengan bijak dan tidak membeli secara berlebihan," ujarnya.
Bulog Juga Tugasi Salurkan Beras Sejak 1981
Pencius menjelaskan, Perum Bulog Cabang Natuna mendapat penugasan dari pemerintah untuk menyalurkan dua komoditas pokok, yakni beras dan minyak goreng. Penyaluran beras sudah berjalan sejak 1981, sementara minyak goreng baru dimulai pada awal 2026.
Kedua kebutuhan pokok tersebut dipasok kepada mitra dengan harga di bawah HET. Tujuannya, selain memudahkan akses warga, juga menjaga stabilitas harga di pasaran dengan menjadi pembanding agar harga komoditas sejenis tidak melambung.
Bulog juga melakukan pengawasan terhadap penjualan oleh mitra untuk mencegah penyalahgunaan dan memastikan distribusi berjalan sesuai aturan.