KEPULAUAN RIAU — Program TJSL PLN kali ini menyasar sektor perikanan darat. Dana yang digelontorkan tidak kecil—mencapai Rp106,5 juta—dan dialokasikan untuk kebutuhan operasional budidaya yang selama ini kerap menjadi kendala utama para peternak ikan.
Untuk Apa Saja Dana Rp106,5 Juta Itu?
Bantuan yang diserahkan langsung oleh Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UID Sumbar, Bambang Santoso, bersama jajaran, ditujukan untuk pengadaan bibit dan pakan ikan. Selain itu, dana juga dipakai untuk rehabilitasi kolam serta penyediaan sarana pendukung budidaya lainnya.
Dengan adanya suntikan modal ini, kelompok tani setempat diharapkan bisa langsung meningkatkan kapasitas produksinya tanpa terbebani biaya awal yang tinggi.
Sinergi BUMN dan Pemda untuk Ekonomi Lokal
Penyaluran bantuan ini bertepatan dengan perayaan hari jadi ke-81 Provinsi Sumatera Barat yang mengusung tema "Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh". Momentum ini menjadi simbol kolaborasi antara badan usaha milik negara dan pemerintah daerah.
Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia Sekretariat Daerah Agam, Taslim, mengapresiasi langkah PLN tersebut. Ia menilai bantuan ini merupakan wujud nyata sinergi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, bukan sekadar seremonial belaka.
"Bantuan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara pemerintah daerah dan BUMN dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujarnya di Lubuk Basung, Selasa.
Komitmen PLN di Luar Layanan Listrik
Bambang Santoso menegaskan bahwa kehadiran PLN di tengah masyarakat tidak hanya sebatas penyediaan layanan kelistrikan. Perusahaan setrum pelat merah itu ingin berkontribusi lebih jauh dalam menggerakkan perekonomian melalui program pemberdayaan.
"Kami hadir di tengah masyarakat tidak hanya untuk menyediakan listrik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong perekonomian. Salah satunya melalui bantuan kepada kelompok masyarakat dan kelompok usaha," kata Bambang.
Harapannya, bantuan ini mampu menjadi stimulan bagi kelompok budidaya untuk terus berkembang dan meningkatkan produktivitas. Kolaborasi semacam ini pun diharapkan berlanjut melalui berbagai program lain yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat Kabupaten Agam.
Bagi kelompok budidaya ikan mas di Jorong Satu Siguhung, bantuan ini bukan sekadar angka. Ia adalah suntikan tenaga untuk menjaga kelangsungan usaha dan roda ekonomi warga tetap berputar.