NATUNA — Perum Bulog Cabang Natuna memastikan tambahan stok minyak goreng sebanyak 9.600 liter akan segera didistribusikan ke sejumlah titik penjualan di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Pasokan tersebut dikirim melalui jalur laut dan dijadwalkan tiba pada Selasa (14/7).
Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna, Pencius Siburan, mengatakan bahwa tambahan stok ini merupakan bagian dari skema Domestic Market Obligation (DMO). Minyak goreng yang disalurkan adalah merek MinyaKita yang sebelumnya sudah beredar di Natuna, namun kerap dijual di atas HET.
Harga Jual di Bawah HET, Distribusi Terbatas di Pasar Rakyat
"Sebanyak 800 dus atau setara 9.600 liter sedang dalam perjalanan ke Natuna," kata Pencius dalam konfirmasinya, Sabtu (12/7). Ia menegaskan bahwa minyak goreng dari Bulog akan dijual paling tinggi Rp15.700 per liter, lebih rendah dari harga pasar yang sempat melonjak.
Distribusi tahap awal akan difokuskan di Pasar Rakyat Ranai. Lokasi itu menjadi titik pelaksanaan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) pemerintah. Pencius menyebut saat ini sudah ada lebih dari 50 toko dan kios yang menjadi mitra Bulog, tersebar di sejumlah kecamatan termasuk di pulau terdepan Indonesia.
Belum Ada Rencana Perluasan Titik Distribusi
Pencius mengatakan pihaknya masih mempelajari kemungkinan memperluas distribusi ke titik lain setelah stok baru tersedia di gudang. "Untuk penyaluran yang sedang berjalan dilakukan di Pasar Rakyat Ranai. Tapi untuk penyaluran setelah stok baru tersedia di gudang, kami masih mempelajari apakah ada kemungkinan untuk perluasan distribusi ke titik lain," ujarnya.
Keberadaan mitra Bulog di berbagai kecamatan, termasuk di wilayah perbatasan, dinilai penting untuk memudahkan masyarakat mengakses bahan pangan pokok seperti beras dan minyak goreng. "Selain berupaya menjaga stabilitas harga beras, kami di Natuna sejak 2026 juga berupaya menjaga stabilitas harga minyak goreng," kata Pencius.
Latar Belakang: Harga MinyaKita di Natuna Sering Di Atas HET
Sebelum intervensi Bulog, minyak goreng merek MinyaKita di Natuna diketahui beredar dengan harga di atas HET yang ditetapkan pemerintah. Kondisi ini menjadi keluhan warga, terutama di wilayah kepulauan yang biaya logistiknya lebih tinggi. Dengan tambahan pasokan 9.600 liter melalui skema DMO, pemerintah berharap harga minyak goreng di Natuna bisa kembali ke level yang terjangkau.
Tambahan stok ini juga menjadi sinyal bahwa pemerintah serius menjaga stabilitas pasokan di daerah perbatasan dan kepulauan, yang kerap menjadi titik rawan lonjakan harga menjelang hari besar keagamaan atau musim tertentu.