Pencarian

Biaya Logistik Batam-Shanghai Turun 50 Persen, TPK Batu Ampar Catat Lonjakan Produktivitas hingga 33 Persen

Senin, 13 Juli 2026 • 22:46:05 WIB
Biaya Logistik Batam-Shanghai Turun 50 Persen, TPK Batu Ampar Catat Lonjakan Produktivitas hingga 33 Persen
Biaya logistik pengiriman dari Batam ke Shanghai turun 50 persen setelah TPK Batu Ampar menerapkan layanan direct call.

BATAM — Efisiensi biaya logistik di Pelabuhan Batu Ampar bukan sekadar angka. Bagi eksportir Batam, selisih hingga USD 300 per kontainer berarti daya saing yang sebelumnya tergerus biaya transit di Singapura kini bisa kembali ke tangan mereka. Ongkos kirim ke Shanghai yang semula tembus USD 950–1.100 kini turun menjadi USD 650–800.

Penurunan ini terjadi setelah TPK Batu Ampar memperkuat layanan direct call tanpa perlu singgah di pelabuhan Singapura. Frekuensi kapal langsung meningkat drastis, dari 6–7 kali menjadi 10–13 kali setiap bulan untuk kapal berkapasitas 1.200–2.000 TEUs.

Produktivitas Bongkar Muat Naik 33 Persen

Transformasi terminal tidak hanya menekan biaya, tetapi juga meningkatkan kecepatan operasional. Produktivitas bongkar muat peti kemas (Container Handling Productivity) naik dari 18 BCH menjadi 24 BCH, atau meningkat 33 persen. Sementara itu, produktivitas penanganan kapal (Ship Handling Productivity) melonjak lebih dari tiga kali lipat, dari 12 BSH menjadi 40 BSH.

Waktu tambat kapal juga berhasil dipangkas 65 persen, dari rata-rata 20 jam menjadi hanya tujuh jam. Waktu tunggu (waiting time) turun 57 persen, dari 1,4 jam menjadi 0,6 jam. Efisiensi ini setara dengan penghematan biaya operasional perusahaan pelayaran sekitar USD 3.800 setiap kali kapal bersandar.

Arus Peti Kemas Tembus 221 Ribu TEUs per Mei 2026

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, TPK Batu Ampar mencatat arus peti kemas mencapai 221.183 TEUs. Dari jumlah tersebut, aktivitas ekspor menyumbang 71.930 TEUs atau sekitar 32,5 persen. Angka ini menjadi indikator bahwa aktivitas manufaktur dan perdagangan di Batam terus tumbuh positif.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan penataan TPK Batu Ampar merupakan bagian dari strategi membangun ekosistem logistik yang kompetitif di Asia Tenggara. Langkah ini sejalan dengan arahan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra untuk memperkuat daya saing Batam sebagai kawasan perdagangan bebas.

Digitalisasi dan Perluasan Terminal Jadi Agenda Berikutnya

Pengelola TPK Batu Ampar juga mempercepat digitalisasi melalui penerapan sistem direct billing. Sistem pembayaran real-time ini memungkinkan pengguna jasa membayar langsung kepada pengelola terminal tanpa perantara, sehingga proses administrasi lebih cepat dan transparan.

Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, menegaskan bahwa berbagai indikator positif menunjukkan pengembangan TPK Batu Ampar berjalan sesuai rencana. “Ke depan, BP Batam berkomitmen memperbesar kapasitas tampung terminal agar dapat merespons pertumbuhan arus barang global dan memperkokoh posisi Batam sebagai hub logistik regional,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur PT Batam Terminal Petikemas, Capt. Basori Alwi, menyebut agenda pengembangan berikutnya meliputi perluasan terminal, pengerukan kolam pelabuhan agar dapat melayani kapal berukuran lebih besar, serta integrasi sistem digital kepelabuhanan. “BP Batam bersama BTP dan BACT akan melanjutkan berbagai program strategis untuk mendukung pertumbuhan investasi dan perekonomian nasional,” pungkas Basori.

Bagikan
Sumber: ulasan.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks