TANJUNGPINANG — Ribuan mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) resmi diterjunkan ke tengah masyarakat. Mereka akan menjalani pengabdian di 56 desa dan kelurahan yang tersebar di Kabupaten Bintan, Karimun, Lingga, dan Kota Batam.
Pelepasan berlangsung di Gedung Rektorat Umrah, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Sabtu. Tahun ini, KKN Umrah berjalan kolaboratif bersama Universitas Riau (Unri), sehingga total peserta mencapai 1.336 mahasiswa.
Pesan Wagub Kepri: Adaptasi dan Hadirkan Solusi untuk Masyarakat
Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura menitipkan pesan khusus kepada para mahasiswa. Ia meminta mereka siap mengabdi dan beradaptasi dengan lingkungan tempat penugasan.
"Jadilah mahasiswa yang siap mengabdi dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya di hadapan para peserta KKN.
Menurut Nyanyang, KKN adalah wadah ideal untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama di bangku kuliah. Ia menekankan kehadiran mahasiswa harus mampu menjadi ruang belajar sekaligus menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi warga di lokasi pengabdian.
Investasi Terbaik Kepri: Kualitas Sumber Daya Manusia
Di hadapan para mahasiswa, Wagub menegaskan bahwa kekuatan utama Provinsi Kepri tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam. Kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda, menjadi modal pembangunan yang jauh lebih penting.
"Investasi terbaik yang dimiliki Kepri adalah sumber daya manusianya, karena itu saya berharap adik-adik mahasiswa dapat menjadi generasi Kepri yang berkualitas, berintegritas, serta mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional," tuturnya.
Ia menambahkan, semangat inovasi dan kepedulian sosial dari para mahasiswa diharapkan mampu menjadikan mereka agen perubahan yang memberikan dampak positif bagi kemajuan daerah.
Empat Kompetensi Wajib bagi Mahasiswa KKN
Rektor Umrah Agung Damar Sakti mengingatkan para mahasiswa bahwa KKN adalah bagian penting dari proses pembelajaran. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung untuk hidup, belajar, dan mengabdi di masyarakat.
Ia mendorong peserta untuk menjadi generasi pembawa perubahan yang unggul secara akademik, berkarakter, dan memiliki kepedulian. Menurutnya, ilmu yang diperoleh di kampus harus menjadi bekal untuk memecahkan persoalan riil di lapangan.
"Jadikan ilmu yang telah dipelajari sebagai bekal untuk menghadirkan solusi bagi masyarakat dengan mengedepankan empat kompetensi utama, yakni critical thinking, kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan memecahkan masalah," ujarnya.
Kehadiran mahasiswa KKN di desa-desa diharapkan menjadi energi baru dalam mendorong pembangunan, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi daerah.