KEPULAUAN RIAU — Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengaku takjub dengan hasil pembangunan infrastruktur dasar di IKN, khususnya sistem penyediaan air minum yang sudah beroperasi. Menurut dia, air yang mengalir dari keran di kawasan inti pusat pemerintahan telah melalui proses filtrasi berlapis sehingga aman dikonsumsi langsung tanpa dimasak terlebih dahulu.
"Bahkan untuk air keran pun itu sudah bisa diminum jadi sudah serasa kita lagi di Eropa kita," kata Rahayu dalam keterangan yang dipublikasikan Sabtu (1/8).
Sumber Air Berasal dari SPAM Sepaku Berkapasitas 300 Liter per Detik
Air minum yang mengalir di IKN dipasok dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sepaku. Instalasi ini memiliki kapasitas produksi 300 liter per detik dengan jaringan transmisi sepanjang 16 kilometer dan pipa distribusi 22 kilometer.
Proses pengolahan air baku di instalasi ini tidak sederhana. Air dipompa menuju unit aerasi untuk meningkatkan kadar oksigen, lalu melewati tahap koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, hingga sterilisasi menggunakan teknologi ozon dan karbon aktif granular.
Rahayu menjelaskan, teknologi ozon yang digunakan merupakan metode ramah lingkungan yang berfungsi membunuh mikroorganisme dan melindungi jaringan distribusi dari korosi. "Kita ya yang airnya itu bisa diminum karena sudah difilter bahkan dari reservoirnya, ini akan sangat luar biasa," jelasnya.
Target Layanan untuk Istana Kepresidenan hingga Fasilitas Publik
SPAM Sepaku Tahap-I ditargetkan melayani kebutuhan air bersih untuk Kantor dan Istana Presiden, Sekretariat Negara, Paspampres, serta kompleks Kementerian Koordinator 1 hingga 4. Kawasan lain yang masuk daftar prioritas adalah Amphitheater, galeri, hunian ASN, dan Rumah Tapak Jabatan Menteri.
Fasilitas umum seperti hotel, sekolah, pertokoan, dan rumah sakit di IKN juga akan teraliri air dari instalasi yang sama. Keberadaan infrastruktur ini menjadi salah satu indikator kesiapan IKN beroperasi sebagai pusat pemerintahan baru.
Kunjungan kerja Komisi VII ini sekaligus menjadi ajang pengawasan langsung terhadap proyek strategis nasional yang tengah berjalan di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Rahayu menilai progres pembangunan berjalan sesuai target dan teknologi yang digunakan sudah setara dengan standar internasional.