KEPULAUAN RIAU — Pemeliharaan besar-besaran ini bukan perkara sepele. Dua belas kapal yang masuk galangan terdiri dari beragam jenis muatan, mulai dari dua kapal pengangkut minyak mentah (crude), tiga kapal gas dan petrokimia, serta enam kapal pengangkut produk jadi. Nama-nama seperti MT Serui, MT Gede, PIS Cepu, hingga MT Pasaman tercatat menjalani perawatan intensif di sejumlah galangan kapal nasional.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menegaskan bahwa jadwal docking dirancang sedemikian rupa agar tidak mengganggu kelancaran pasokan energi ke masyarakat. "Program docking merupakan bentuk komitmen kami untuk memastikan pemeliharaan armada berjalan beriringan dengan operasional distribusi energi," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (12/8).
Perawatan Menyeluruh demi Keandalan Armada
Proses docking bukan sekadar mengecat ulang badan kapal. Setiap kapal yang masuk galangan menjalani pemeriksaan total dari haluan hingga buritan. Tim teknis memeriksa struktur lambung, sistem propulsi, mesin utama dan bantu, hingga sistem perpipaan dan tangki muatan.
Peralatan navigasi dan perangkat keselamatan juga menjadi prioritas pemeriksaan. Komponen yang sudah mencapai batas masa pakai langsung diganti dengan yang baru. Setelah semua tahapan selesai, kapal diuji kelaiklautannya sesuai standar industri maritim dan ketentuan klasifikasi yang berlaku sebelum kembali bertugas.
Kitty menjelaskan bahwa perawatan berkala ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. "Keandalan armada laut menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi energi kepada masyarakat," ungkapnya.
Menjaga Pasokan di Tengah Geografi Nusantara
Bagi Indonesia, armada laut bukan sekadar aset bisnis, melainkan urat nadi logistik energi. Ratusan pulau yang tersebar dari Sabang sampai Merauke sangat bergantung pada kapal tanker untuk mendapatkan pasokan BBM, LPG, maupun avtur.
Jika satu kapal mengalami gangguan teknis di tengah perjalanan, dampaknya bisa langsung terasa di daerah-daerah yang hanya mengandalkan jalur laut. Karena itu, memastikan setiap kapal dalam kondisi prima adalah langkah preventif yang krusial.
Dengan selesainya docking 12 kapal ini, Pertamina Patra Niaga optimistis distribusi energi nasional akan semakin andal. Perusahaan berkomitmen melanjutkan program pemeliharaan secara berkelanjutan dengan mengedepankan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta kepatuhan terhadap regulasi maritim yang berlaku.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa perawatan aset dan kelancaran layanan publik bisa berjalan beriringan. Masyarakat pun diharapkan tak perlu khawatir akan gangguan pasokan, setidaknya untuk beberapa waktu ke depan.