Pencarian

Gerakan ABCDE Cegah Stunting di Pangkalpinang: 5 Langkah Praktis yang Bisa Ditiru Ibu di Rumah

Kamis, 13 Agustus 2026 • 08:27:32 WIB
Gerakan ABCDE Cegah Stunting di Pangkalpinang: 5 Langkah Praktis yang Bisa Ditiru Ibu di Rumah
Petugas membagikan tablet tambah darah dalam gerakan ABCDE pencegahan stunting di Pangkalpinang.

KEPULAUAN RIAU — Setiap orang tua pasti ingin anaknya tumbuh sehat, cerdas, dan aktif. Namun, kekhawatiran soal pertumbuhan anak kerap muncul, terutama ketika berat badannya sulit naik atau gizinya terasa kurang. Kabar baiknya, pencegahan stunting tidak harus rumit. Pemerintah Kota Pangkalpinang kini menggencarkan gerakan ABCDE Cegah Stunting yang bisa menjadi panduan praktis bagi keluarga muda.

Gerakan ini menekankan pada lima langkah kunci yang melibatkan seluruh anggota keluarga. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Pangkalpinang, Agustu Afendi, menyebut upaya ini sebagai investasi jangka panjang untuk menyambut Indonesia Emas 2045. "Pencegahan stunting adalah investasi untuk masa depan Kota Pangkalpinang dan Indonesia Emas tahun 2045 nanti," ujarnya, Rabu (12/8/2026).

Apa Saja Isi Gerakan ABCDE?

Gerakan ini dirancang sederhana agar mudah diingat dan diterapkan. Berikut rincian langkahnya:

A: Aktif Minum Tablet Tambah Darah

Anemia pada remaja putri dan ibu hamil menjadi salah satu pemicu lahirnya anak stunting. Karena itu, remaja putri dianjurkan minum satu tablet tambah darah (TTD) setiap minggu. Sementara itu, ibu hamil perlu mengonsumsi satu tablet setiap hari, minimal 180 tablet selama kehamilan.

Target pemberian TTD di Pangkalpinang pada 2026 adalah 67 persen. Hingga semester pertama, capaiannya sudah menembus 91,04 persen. Angka ini menjadi modal besar untuk mencegah anemia sejak dini.

B: Bumil Teratur Periksa Kehamilan

Pemeriksaan kehamilan minimal enam kali selama masa kehamilan sangat penting untuk memantau kesehatan ibu dan janin. Dengan rutin periksa, risiko gangguan kehamilan bisa terdeteksi lebih awal. Suami juga diajak berperan aktif sebagai suami siaga dengan mendampingi istri saat kontrol ke fasilitas kesehatan.

Pada 2025, cakupan pemeriksaan kehamilan di Pangkalpinang mencapai 99,7 persen dari target 100 persen. Tahun ini, target yang sama kembali dikejar dan hingga semester pertama sudah mencapai 51 persen.

C: Cukupi Konsumsi Protein Hewani

Protein hewani seperti ikan, telur, ayam, dan daging berperan besar dalam mendukung pertumbuhan otak anak. Agustu mengingatkan bahwa gizi baik tidak selalu identik dengan makanan mahal. "Gizi yang baik bukan berarti harus mahal, tetapi harus seimbang, beragam, dan memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarga," katanya. Manfaatkan pangan lokal yang mudah didapat dan terjangkau untuk memenuhi kebutuhan ini.

D: Datang ke Posyandu Setiap Bulan

Posyandu kini bukan sekadar tempat menimbang balita. Fungsinya sudah berkembang menjadi pusat layanan kesehatan berbasis siklus hidup. Di sini, orang tua bisa mendapatkan imunisasi, konseling gizi, hingga deteksi dini masalah kesehatan anak.

Bertepatan dengan Bulan Vitamin A pada Agustus, Pemkot Pangkalpinang juga membagikan kapsul Vitamin A secara simbolis. Vitamin A memang bukan satu-satunya kunci pencegahan stunting, tetapi berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan mata anak.

E: Eksklusif Berikan ASI Selama Enam Bulan

ASI eksklusif selama enam bulan pertama, lalu dilanjutkan hingga anak berusia dua tahun dengan makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi. Dukungan keluarga sangat menentukan keberhasilan ibu dalam menyusui.

Upaya ini membuahkan hasil. Dari target pemberian ASI eksklusif sebesar 73 persen pada 2026, realisasinya hingga semester pertama justru melampaui target, yakni mencapai 76,5 persen.

Mengapa Data Ini Penting untuk Orang Tua?

Meski angka stunting di Pangkalpinang membaik, evaluasi pada 2025 menemukan kenaikan kasus di sejumlah wilayah. Hal ini menjadi pengingat bahwa pencegahan stunting tidak boleh berhenti. Agustu menegaskan, peran keluarga, kader Posyandu, dan seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan. "Saya percaya bahwa apabila seluruh keluarga di Kota [Pangkalpinang] terlibat aktif, angka ini bisa terus ditekan," pesannya.

Pencegahan stunting adalah tugas bersama yang dimulai dari rumah. Dengan menerapkan langkah-langkah sederhana dalam gerakan ABCDE, orang tua sudah berkontribusi besar pada masa depan anak dan bangsa.

Follow batamvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: negerilaskarpelangi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks