KEPULAUAN RIAU — Pemulihan pascabencana tidak hanya soal perbaikan infrastruktur, tetapi juga kesehatan fisik dan psikologis para korban. Hal ini yang coba dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dengan menggelar posko pelayanan kesehatan di tengah lokasi pengungsian.
Layanan Kesehatan Menyasar Semua Kelompok Usia
Sedikitnya 200 warga dari berbagai kalangan—mulai dari anak-anak, ibu hamil, lansia, hingga usia produktif—antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar di Posko Bencana Kelurahan Kuranji. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Lurah Kuranji, Babinsa, serta Kasi Kesos setempat.
Selain pemeriksaan fisik, Pertamina juga memberikan perhatian khusus pada pemulihan kondisi mental anak-anak korban banjir melalui sesi trauma healing. Pendekatan ini dirancang untuk membantu mereka melewati kecemasan pascabencana. Perusahaan juga menyerahkan paket bantuan kesehatan dan makanan jadi untuk meringankan beban warga.
Apresiasi dari Pemerintah Kelurahan
Sekretaris Lurah Kuranji, Nurmaini, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas respon cepat BUMN tersebut. Menurutnya, kehadiran layanan medis gratis menjadi tambahan dukungan yang sangat dibutuhkan masyarakat di tengah masa pemulihan.
"Alhamdulillah, ditambah lagi dengan pemeriksaan kesehatan gratis yang dilaksanakan hari ini sangat membantu pemulihan masyarakat kami. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih atas perhatian Pertamina kepada masyarakat kami," ujar Nurmaini.
Komitmen TJSL di Tengah Bencana
Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Pihaknya berharap dukungan ini dapat mempercepat recovery warga agar bisa segera kembali beraktivitas normal.
"Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga terdampak sekaligus memperkuat sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Pertamina hadir tidak hanya sebagai penyedia energi nasional, tetapi juga sebagai mitra sosial yang peduli terhadap kondisi masyarakat dan lingkungan sekitar," tutup Fahrougi.
Banjir yang melanda Kota Padang pada awal Agustus lalu dipicu tingginya curah hujan yang menyebabkan debit air meningkat. Kelurahan Kuranji menjadi salah satu wilayah dengan dampak terparah, menjadikan intervensi dari berbagai pihak sangat krusial untuk memulihkan kondisi warga.