BATAM — Kepala DBMSDA Kota Batam Metra Dinata menyatakan proyek pelebaran ini merupakan respons atas meningkatnya mobilitas masyarakat di sejumlah kawasan. Selain tujuh lokasi utama yang tengah dikerjakan, pihaknya juga memastikan perbaikan struktur jalan berjalan beriringan dengan normalisasi drainase di titik rawan genangan.
"Pokoknya ada tujuh lokasi yang kami sedang kerjakan di tahun ini (2026). Harapannya tentu saja mengurangi kemacetan, meningkatkan aksesibilitas, konektivitas masyarakat dan banyak hal lain," kata Metra saat dikonfirmasi di Batam, Selasa.
Anggaran Rp 1,5 Miliar untuk Penguatan Struktur Jalan
Tidak hanya melakukan pelebaran, Pemkot Batam juga mengalokasikan anggaran untuk peningkatan kapasitas struktur jalan di sejumlah titik. Pekerjaan tersebut mencakup Jalan Victoria Tanjung Riau serta kawasan Nongsa dengan nilai proyek mencapai Rp 1,5 miliar.
Selain itu, pemerintah kota turut membangun dinding penahan jalan di sekitar Lanud Hang Nadim. Proyek pengaman lereng tersebut dianggarkan senilai Rp 389 juta dan menjadi bagian dari paket pekerjaan infrastruktur tahun ini.
Satgas Harian: Tambal Jalan Berlubang Tanpa Nunggu Aduan
Di luar proyek besar, DBMSDA membentuk tim Satgas Kerusakan Jalan yang bertugas memantau kondisi aspal setiap hari. Tim ini langsung melakukan penambalan atau patching begitu menemukan titik yang mulai rusak agar tidak meluas.
"Setiap hari untuk survei dan langsung di-patching. Saya sudah bentuk tim Satgas Kerusakan Jalan. Mereka bekerja setiap hari memonitor titik-titik yang perlu kita patching dan itu dilakukan setiap hari," ujar dia.
Metra menegaskan langkah preventif ini dilakukan agar kerusakan kecil tidak dibiarkan berkembang menjadi lubang besar yang membahayakan pengendara. Dengan begitu, respons terhadap keluhan warga bisa lebih cepat tanpa harus menunggu proses penganggaran tahunan.
Normalisasi Drainase di 5 Titik Rawan Genangan
Pemkot Batam juga menyiagakan tim untuk membersihkan saluran air di sejumlah kawasan yang kerap tergenang. Beberapa pekan terakhir, normalisasi drainase telah dilakukan di Dana Graha, saluran belakang Baloi Ditpam hingga Simpang Awal Bros, serta Tiban Centre.
Pengerjaan serupa juga menyasar kolam retensi Kodim Batuaji dan Jalan S. Parman di depan Ruko Permata Piayu. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi risiko genangan saat hujan deras serta menjaga keselamatan pengguna jalan.
Seluruh pekerjaan pelebaran dan peningkatan jalan ditargetkan rampung pada 2026. Pemkot Batam berharap infrastruktur yang lebih lebar dan kokoh mampu menopang aktivitas ekonomi serta arus logistik yang terus tumbuh di kota industri tersebut.